Perkantoran Jadi Klaster Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Jubir Satgas

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 07 Agustus 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 337 2258563 perkantoran-jadi-klaster-penyebaran-covid-19-ini-penjelasan-jubir-satgas-0R7WkfKyDJ.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA – Belakangan ini di Jakarta dihebohkan dengan adanya penyebaran Covid-19 di klaster-klaster perkantoran. Bahkan ada puluhan perkantoran yang diduga menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan bagaimana suatu tempat berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

“Sebenarnya disebut klaster apabila terjadi konsentrasi suatu tempat. Klaster yang sekarang sedang marak di menjadi perhatian masyarakat adalah klaster perkantoran. Meskipun klasternya tidak hanya perkantoran,” ujar Wiku dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

“Ini beberapa bulan yang lalu belum menjadi perhatian karena semua sebenarnya sedang belajar. Sekarang perhatian lebih spesifik sekarang di lokasi-lokasi di mana terjadi peningkatan kasus dalam satu kelompok tertentu. Itulah yang disebut sekarang klaster,” tuturnya.

Wiku mengatakan sebenarnya bisa disebut klaster jika terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 dalam satu kelompok tertentu. Namun, ia mengatakan dalam klaster perkantoran bisa saja Covid-19 itu dibawa dari rumah maupun dari permukiman.

“Kalau sekarang, ambil saja perhatiannya masyarakat pada perkantoran sebenarnya orang yang berkantor itu kan asalnya dari rumah, dari pemukiman jadi pastinya di permukiman juga pasti ada klaster kalau di kantor ada klaster,” katanya.

Baca Juga : Presiden Terbitkan Inpres Sanksi Protokol Kesehatan, Istana: Masyarakat Tak Perlu Resah

“Itu mereka bisa tertularnya bisa di tempat perumahannya atau di rumah dalam perjalanannya menuju kantor. Jadi potensinya begitu. Mungkin suatu saat nanti kalau ada terminal dan terus banyak kasus ya mungkin jadi klaster terminal karena transportasi,” tutur Wiku.

Baca Juga : Berita Baik! 40 Juta Vaksin Covid-19 Akan Disuntikkan ke Masyarakat Awal Tahun

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini