25 Tahun Kakek Julius Tinggal di Gubuk Reyot, Ubi Kayu Jadi Santapan Sehari-hari

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 337 2258423 25-tahun-kakek-julius-tinggal-di-gubuk-reyot-ubi-kayu-jadi-santapan-sehari-hari-xetRJsNUV4.jpg Gubuk kakek Julius. Foto: Subhan Sabu-Okezone

MANADO - Nasib Julius Tahendong (87) tidak jauh berbeda dengan adiknya sendiri Katrina Tahendong (71) yang sempat viral di media sosial karena selama 20 tahun tinggal di gubuk reyot tanpa listrik dan MCK.

Kakek Julius juga mengalami hal yang sama. Warga Kelurahan Kombos Timur, Lingkungan III, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara itu tinggal seorang diri di gubuk reyot di tengah perkebunan, tanpa listrik dan MCK

Selama 25 tahun dia tinggal di gubuk berdinding papan dan bambu serta atap seng bekas yang sudah tampak rusak. Sejak istrinya meninggal 25 tahun silam, dia memilih untuk menyendiri dan menjaga kebun.

Di gubuk berukuran 4x4 meter itu dia sehari-hari beraktifitas. Tidur pun di atas dipan kayu beralaskan kasur tipis. Kalau hujan, kakek Julius kesulitan untuk tidur karena air menetes dari atap seng yang sudah bocor karena berlubang.

Baca Juga: 20 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan MCK, Nenek Katrina Ketuk Hati Pemerintah

Untuk makan sehari-hari, dia hanya mengandalkan hasil kebun berupa buah, sayur-sayuran, dan ubi kayu.

 

Ketika disambangi oleh Okezone, akses jalan masuk menuju ke tempat Kakek Julius cukup sulit dilalui, selain jalan terjal dan berbukit, juga harus melewati anak sungai, apalagi pada saat musim hujan, jalan sangat licin.

Kakek Julius sendiri punya dua anak dari hasil perkawinannya. Keduanya sudah berumah tangga. Sering kali kedua anaknya mengajak dia untuk tinggal bersama mereka, namun dia menolak dengan alasan tidak mau merepotkan.

Okezone juga mengalami kesulitan berkomunikasi dengan kakek Julius, karena dia lebih fasih berbahasa daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dibanding berbahasa Manado. Untunglah ada menantunya, Adolfina yang bisa menerjemahkan.

Keinginan sang kakek tinggal di kebun sendirian dibenarkan menantunya Adolfina, padahal anak-anak kakek Julius sudah berkali-kali membujuk ayah mereka untuk tinggal bersama keluarga.

“Kalau dapat rezeki saya dan suami sering suka mengantar kebutuhan Opa Julius, seperti kopi dan gula, itu pun jumlahnya tidak seberapa,” tutur Adolfina, Jumat (7/8/2020).

Dia juga berharap, keberadaan mertuanya ini mendapat perhatian dari pemerintah maupun para dermawan.

“Mudah-mudahan ada yang dapat membantu membangun gubuk hampir roboh ini, agar kakek Julius hidup nyaman,” pungkasnya.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang turut membantu Kakek Julius dan adiknya mengaku sudah menggalang donasi baik dalam bentuk sumbangan uang maupun material bahan bangunan.

Korwil TRC PPA Sulut Irma Angkouw mengatakan secepatnya akan membangun rumah baru bagi keduanya. "Kami secepatnya akan segera membangun tempat tinggal yang layak bagi keduanya, apalagi sekarang opa julius dalam kondisi sakit," pungkas Irma.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini