Peristiwa 7 Agustus: Lahirnya PPKI

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 337 2258285 peristiwa-7-agustus-lahirnya-ppki-ErKmYxFQM1.jpg ist

JAKARTA - Beberapa peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi baik dalam maupun luar negeri yang terjadi pada tanggal 7 Agustus tiap tahunnya. Beberapa diantaranya adalah bergantinya nama BPUPKI menjadi PPKI.

Untuk mengingat ataupun menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting di tanggal 7 Agustus dari Wikipedia, antara lain:

1. BPUPKI berganti PPKI

7 Agustus 1945 Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) ganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI.

PPKI adalah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya sudah dibentuk BPUPKI, kemudian dibubarkan oleh Jepang dan dibentuk PPKI pada tanggal 7 Agustus 1945yang diketuai oleh Ir. Soekarno.

Izin pembentukan badan ini diberikan oleh Hisaichi Terauchi, seorang marsekal Jepang yang berada di Saigon.[1] Badan ini dibentuk sebelum MPR ada.[2]

2. Puncak pergolakan warga Pauh dan Koto melawan Belanda

7 Agustus 1669 - Puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang.

3. Berdirinya AJI

Aliansi Jurnalis Independen atau AJI adalah organisasi profesi jurnalis, yang didirikan oleh para wartawan muda Indonesia pada 7 Agustus 1994 di Bogor, Jawa Barat, melalui penandatangan suatu deklarasi yang disebut "Deklarasi Sirnagalih".

Organisasi ini didirikan sejak pembredelan tiga media --DeTik, Tempo, Editor pada 21 Juni 1994 dan didirikan sebagai upaya untuk membuat organisasi jurnalis alternatif di luar PWI karena saat itu PWI dianggap menjadi alat kepentingan pemerintah Soeharto dan tidak betul-betul memperjuangkan kepentingan jurnalis.

4. Meninggalnya tokoh militer Indinesia

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 20 Desember 1940 dan meninggal di Jakarta, 7 Agustus 2017 pada umur 76 tahun.

Ia adalah Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kasdam I/Bukit Barisan (1986-1987) dan Wakil Gubernur Jakarta tahun (1987-1992). Ia pernah berkarier sebagai penyanyi, dengan single Tidak Semua Laki-laki.

Basofi Sudirman merupakan Putra dari Letjen TNI (Purn.) H. Soedirman yang merupakan tokoh terkenal di Bojonegoro, dan merupakan pahlawan nasional dari Kabupaten Bojonegoro.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini