KPK Komitmen Tangani Korupsi hingga Pencucian Uang pada Korporasi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 06 Agustus 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 337 2258017 kpk-komitmen-tangani-korupsi-hingga-pencucian-uang-pada-korporasi-6aSS01mmqJ.jpg KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menyebut pihaknya berkomitmen memaksimalkan penanganan tindak pidana korupsi ataupun pencucian uang dengan pelaku korporasi.

Nawawi mengungkapkan, hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi.

"KPK berkomitmen untuk memaksimalkan penanganan tindak pidana korupsi ataupun pencucian uang dengan pelaku korporasi, hal ini tentu dimaksudkan untuk memaksimalkan asset recovery atau pengembalian uang hasil korupsi kepada negara," ujar Nawawi dalam diskusi daring, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga: Buronan Korupsi dan Pencucian Uang Asal Indonesia Ditangkap di Amerika 

Diketahui, KPK telah menjerat enam korporasi dan dua di antaranya telah berkekuatan hukum tetap. Hal tersebut didukung setelah

terbitnya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.

"Dua di antaranya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap, seperti PT DGI atau PT NKE dalam kasus tindak pidana korupsi dan PT Trada dalam perkara TPPU," kata Nawawi.

Nawawi juga mengungkapkan sejak 2011, KPK telah menangani perkara korupsi lintas negara seperti suap proyek pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) PT Pertamina atau lebih dikenal dengan kasus Innospec.

"Dalam perkara ini, KPK telah melakukan kerja sama penyidikan dengan SFO (Serious Fraud Office) Inggris. Kerja sama penyidikan ini turut melibatkan yuridiksi negara lain seperti Singapura, British Virgin Island, dan Amerika Serikat," ungkapnya.

Tidak hanya itu, KPK juga akan terus melanjutkan penanganan korupsi lintas negara dengan bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan US Department of Justice (USDOJ) dalam perkara korupsi proyek KTP-elektronik (KTP-el).

"KPK memang harus bekerja sama dengan lembaga di Amerika tersebut karena banyak bukti yang harus didapatkan oleh KPK dengan mengumpulkannya di Amerika," katanya.

Baca Juga:   KPK Periksa Eks Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Selain itu, KPK juga terus melakukan kerja sama lintas negara terkait penanganan kasus korupsi juga dilakukan dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce PLC pada PT Garuda Indonesia bekerja sama dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura dan SFO Inggris.

"Dalam perkara ini, KPK juga turut mengusut tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh dua tersangka ES (Emirsyah Satar/mantan Dirut Garuda Indonesia) dan SS (Soetikno Soedarjo/pemilik PT Mugi Rekso Abadi (MRA) dan Connaught International Pte.Ltd)," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini