KPK Kukuh Bisa Periksa Hakim Agung untuk Kasus Nurhadi

Sabir Laluhu, Koran SI · Kamis 06 Agustus 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 337 2257974 kpk-kukuh-bisa-periksa-hakim-agung-untuk-kasus-nurhadi-4NXV8AiMS9.jpg Wakil Ketua KPK Nawasi Pomolango (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kukuh dan memastikan tetap bisa memanggil dan memeriksa sejumlah hakim termasuk hakim agung dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi tersangka mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyatakan, pernyataan Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Abdullah bahwa KPK tidak bisa memanggil dan memeriksa aparatur pengadilan termasuk para hakim tingkat pertama, tingkat banding, dan tiga hakim agung karena ada Surat Edaran MA (SEMA) Nomor: 04 Tahun 2002 masih menyisakan tanda tanya.

Baca Juga: Usut Kasus Suap Nurhadi, KPK Periksa 6 Saksi 

Nawawi mempertanyakan apakah MA sudah mengetahui bahwa kalau para hakim yang dipanggil oleh penyidik KPK tersebut sehubungan dengan tugas yustisial mengadili perkara? Menurut dia, pernyataan Abdullah sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas MA seakaan menunjukan MA telah mengetahui kalau panggilan itu berhubungan dengan tugas yustisial.

"Penyidik-penyidik kami lebih tahu dalam kapasitas seperti apa seseorang dipanggil sebagai saksi. Dengan pemahaman 'kapasitas' saksi seperti itu, KPK berwenang memanggil siapa saja sebagai saksi. Pernyataan Pak Karo Humas MA (Abdullah) yang seakan menunjukan MA mengetahui kalau panggilan itu berhubungan dengan tugas yustisial," tegas Nawawi di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Mantan hakim tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar ini membeberkan, sekali lagi sebagai pimpinan KPK maka dia percaya bahwa para penyidik KPK memiliki alasan dalam setiap keputusan memanggil saksi termasuk hakim tingkat pertama, tingkat banding, dan hakim agung. Di sisi lain, Nawawi mengaku belum memperoleh informasi kapan waktu penjadwalan ulang bagi hakim yang sebelumnya tidak hadir.

"Saya belum dapat konfirmasi dari teman-teman penyidik," ucapnya.

Sebelumnya, mantan hakim tinggi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang kini hakim tinggi Pengadilan Tinggi Surabaya Elang Prakoso Wibowo telah diperiksa oleh penyidik KPK sebagai untuk tersangka Nurhadi Abdurachman, di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis 30 Juli 2020.

Baca Juga:  KPK Dalami Kongkalikong Nurhadi dengan Terpidana Suap dalam Pengurusan Perkara

Di hari yang sama ada dua hakim yang juga dijadwalkan. Satu di antaranya Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dan mantan Ketua Pengadilan Negeri Sekayu (2015-2017) Sobandi.

Selain itu, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan tiga hakim agung MA yakni Panji Widagdo, Syamsul Maarif, dan Sudrajad Dimyati pada Selasa 4 Agustus 2020 sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi. Menurut plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri, tiga hakim agung tersebut telah mengonfirmasi ke penyidik dan meminta penjadwalan ulang.

"Ketiganya konfirmasi penjadwalan ulang," kata Ali melalui keterangan tertulis, Rabu 5 Agustus 2020.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini