Berduka atas Ledakan di Beirut, Presiden Jokowi: Indonesia Bersama Lebanon

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 337 2257968 berduka-atas-ledakan-di-beirut-presiden-jokowi-indonesia-bersama-lebanon-ALrTLViU4Z.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo berduka cita atas ledakan dahsyat yang terjadi Beirut, Lebanon, beberapa waktu lalu. Akibat insiden ini dilaporkan 135 orang tewas dan lebih dari 4.000 luka-luka.

Ucapan duka cita itu disampaikan melalui Twitter @jokowi dalam bahasa Inggris. Hingga kini unggahan Kepala Negara telah mendapatkan 2.075 retweets dan 11.8K like.

"Turut berbelasungkawa saya ucapkan dari hati yang paling dalam untuk saudara-saudari kami di Lebanon. Kejadian yang tragis dan menyakitkan ini, Indonesia berdiri bersama Lebanon. Pikiran dan doa kami panjatkan untuk para keluarga dan korban ledakan dahsyat di Beirut," jelasnya seperti dilihat Okezone di akun Twitter resminya, Kamis (6/8/2020).

 Lebanon

Sebagaimana diketahui, Presiden Michel Aoun mengatakan, ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di sebuah gudang. Amonium nitrat digunakan sebagai pupuk dalam pertanian dan sebagai bahan peledak.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon pasca ledakan.

"Menlu RI terus melakukan komunikasi dengan Dubes RI di Beirut, terutama guna peroleh informasi perkembangan situasi dan memastikan keselamatan serta keamanan WNI," demikian bunyi keterangan Kemenlu.

Sejauh ini, satu WNI berinisial NNE mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan serta telah kembali ke rumah.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI yang tinggal menetap di Lebanon. 1.234 orang diantaranya merupakan Kontingen Garuda yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB UNIFIL, sedang 213 lainnya merupakan WNI sipil.

Kontingen Garuda yang tergabung dalam UNIFIL FC membantu penanganan pasca ledakan termasuk evakuasi korban. Kemenlu juga memberikan nomor hotline yang dapat dihubungi bagi WNI yaitu KBRI Beirut (+961 70 817 310), hotline pelindungan WNI Kemlu RI (+62 812-9007-0027).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini