Presiden Jokowi Ingin Sektor Pariwisata dan Penerbangan Terintegrasi

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 337 2257823 presiden-jokowi-ingin-sektor-pariwisata-dan-penerbangan-terintegrasi-LTpVTOSK5W.jpg Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin sektor pariwisata dan penerbangan terintegrasi, sehingga ada lompatan besar di dua ekosistem tersebut.

Hal itu diucapkan Jokowi dalam rapat terbatas "Penggabungan BUMN di Sektor Aviasi dan Pariwisata" di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

"Agar terjadi sebuah lompatan di sektor pariwisata juga pengelolaan ekosistem pariwisata dan pendukungnya termasuk penerbangan betul-betul harus didesain dengan manajemen yang lebih terintegrasi, lebih konsolidasi dari hulu sampai hilir," katanya.

Nantinya, sektor penerbangan akan tersambung dengan pariwisata, mulai dari destinasinya, hotel atau penginapan, hingga sentra ekonomi produk lokal dan industri kreatif.

"Ini yang tidak pernah dilakukan mulai dari manajemen airline, manajemen bandaranya, manajemen layanan penerbangannya, yang tersambung tentu saja dengan manajemen destinasi tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen dari produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki," kata Jokowi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua berada di angka minus 5,32 persen. Dalam hal ini sektor yang terkontraksi sangat dalam adalah pariwisata dan penerbangan.

Namun demikian, penuruan ini harus dijadikan momentum untuk konsolidasi dan transformasi bidang pariwisata dan penerbangan melalui penataan yang lebih baik.

Baca Juga : Tekan Stunting, Jokowi Ingin Posyandu Tetap Berlangsung Selama Pandemi

"Kemungkinan juga penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan sehingga next pandemic fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh dan semakin baik dan bisa berlari lebih cepat lagi," tuturnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker saat Ratas, Ini Kata Istana

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini