DPR Pertanyakan Keterlibatan Prancis dalam Pembiayaan Data Center Indonesia

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 04 Agustus 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 337 2256780 dpr-pertanyakan-keterlibatan-prancis-dalam-pembiayaan-data-center-r0wJ8HLBjj.jpg Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani (Foto: Abdul Rochim)

JAKARTA – Komisi I DPR mempertanyakan rencana Pemerintah Prancis untuk membiayai pembangunan data center Indonesia. Anggota Badan Legislasi DPR yang juga anggota Komisi I dari Fraksi Golkar Christina Aryani mengaku baru mendengar berita terkait rencana kerja sama ini di media.

”Kami akan tanyakan kepada Kominfo, apa yang melatarbelakangi kerja sama ini karena biar bagaimana pun juga, pusat data merupakan infrastruktur strategis,” ujarnya dalam Diskusi Forum Legislasi bertema ”RUU Perlindungan Data Pribadi, Dapatkah Data Warga Terlindungi?” di Media Center Parlemen, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Christina mengatakan, pemerintah harus menjelaskan apa melatarbelakangi keterlibatan pihak asing dalam pembangunan data center, apakah karena ketidakmampuan Pemerintah Indonesia secara finansial untuk mengoperasikan atau mendirikan sendiri data center, ataukah pemerintah hanya menginginkan bantuan teknologi dari Pemerintah Prancis.

”Tentunya ini akan menjadi perhatian kami di Komisi I dan akan ditanyakan pada mitra kerja kami, Kominfo di rapat kerja mendatang,” tuturnya.

Dikatakan Christina, data pribadi adalah satu hal yang sangat strategis sehingga infrastruktur terkait data pribadi juga sebagai sesuatu hal yang sangat strategis pula. Karena itu, dalam pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi yang menjadi RUU Prioritas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020, harus dilakukan kajian secara komprehensif, apa hal yang menjadi pro dan kontranya.

”Termasuk dalam kerja sama ini baik untungnya maupun ruginya mana yang lebih berat,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan bahwa pemerintah Prancis melalui duta besarnya yaitu H.E. Olivier Chambard akan membiayai data center Indonesia. Pernyataan itu dilontarkan Johnny saat pertemuan bertajuk, Pemerintah RI - Prancis Bahas Tiga Kerja Sama Percepatan Transformasi Digital di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat 17 Juli 2020 lalu.

”Secara khusus hari ini Dubes menyampaikan komitmen Pemerintah Prancis untuk terlibat dalam pembiayaan dan mengambil bagian di dalam pembangunan data center pemerintah di Indonesia yang dibiayai oleh pemerintah Prancis,” kata Johnny lewat keterangan resminya. (ari)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini