Share

Romusha dan Jugun Ianfu, Sepenggal Kisah Suram Masa Pendudukan Jepang

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 337 2256610 romusha-dan-jugun-ianfu-sepenggal-kisah-suram-masa-pendudukan-jepang-tzGPnMrCOv.jpg Goa Jepang di Bukittinggi (Foto: Okezone)

Sementara sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan pemerintah Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang.

Saat itu negeri Matahari Terbit itu merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya, Squad.

Untuk wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang.

Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang.

Untuk sistem pendidikan sewaktu dijajah Jepang, semua kalangan dapat mengakses pendidikan. Sedangkan masa Hindia-Belanda, hanya kalangan atas (bangsawan) saja yang dapat mengakses.

Akan tetapi, sistem pendidikan yang dibangun oleh Jepang itu memfokuskan pada kebutuhan perang. Meskipun akhirnya pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan, tetapi secara jumlah sekolahnya menurun sangat drastis, dari semulanya 21.500 menjadi 13.500.

*Diolah dari beragam sumber

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini