Epidemiolog Tak Setuju Wacana Skenario Pembelajaran Tatap Muka di Surabaya

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 337 2256486 epidemiolog-tak-setuju-wacana-skenario-pembelajaran-tatap-muka-di-surabaya-0AQdFbn3ty.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengaku tak sepakat dengan langkah Pemerintah Kota Surabaya yang mulai menyusun skenario pembelajaraan tatap muka di masa pandemi Covid-19.

"Saya kurang setuju (dengan skenario pembelajaran tatap muka di Surabaya)," kata Laura saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Menurut Laura adanya skenario itu sangatlah rentan menjadi klaster baru. Apalagi rate of transmission atau RT di Surabaya masih satu koma dan mendekati angka dua.

Dia pun mencontohkan kejadian yang di Hong Kong. Di sana sempat menerapkan pembelajaran tatap muka secara langsung, tapi kemudian ditutup kembali karena ditemukan adanya penyebaran virus corona.

"Melihat bagaimana protokol kesehatan diterapkan sudah sangat dilakukan, kemudian displin dan konsisten. Tapi kenyataannya, tetap ada penyebaran di sekolah sampai akhirnya mereka menutup kembali," jelas Laura.

Baca Juga : Ini Skenario Sekolah Tatap Muka di Jawa Tengah

Oleh sebab itu, Lauran pun mengimbau pembelajaran di Indonesia lebih baik tidak secara langsung di tengah pandemi Covid-19. Meskipun sekolah tersebut berada di zona hijau sekalipun.

“Iya lebih aman (pembelajaran jarak jauh). Jangankan zona merah, zona hijau di indonesia tetap memberlakukan pembelajaran jarak jauh dulu," tuturnya.

Baca Juga : Pemkot Bogor Siapkan 68 Titik Internet Gratis untuk Siswa Belajar Daring

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini