Sesalkan Penanganan Pandemi Covid-19, Epidemolog: Ini Belum Puncak!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 02 Agustus 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 337 2255562 sesalkan-penanganan-pandemi-covid-19-epidemolog-ini-belum-puncak-MxYOmhkuab.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah mencatat kasus pasien positif Covid-19 mencapai 109.936 orang, Sabtu 1 Agustus 2020. Jumlah tersebut meningkat 1.560 orang dari hari sebelumnya.

Sementara, jumlah pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh totalnya mencapai 67.919 orang. Jumlah tersebut bertambah 2.012. Sedangkan, untuk pasien yang meninggal bertambah sebanyak 62 orang. Dengan begitu total pasien meninggal karena virus corona mencapai 5.193 orang.

Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI, Tri Yunis Miko Wahyono menyesalkan penanganan pandemi Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah. Ia memperkirkan bahwa jumlah kasus Covid-19 akan terus bertambah.

"Jadi kalau tidak dilakukan apa-apa, PSBB juga PSBB banci gitu," kesal Miko saat dihubungi Okezone.

Korban Covid-19

Miko juga menyesalkan langkah Pemprov Jawa Timur yang tidak memperpanjang PSBB. Padahal, lanjut dia, kasus Covid-19 di provinsi Jatim masih tinggi.

"Itu Jatim juga tidak PSBB, itu kenapa? Nggak ada yang berhentiin. Jadi kalau nggak berhenti ya tidak akan berhentilah dia (kasus Covid-19)," kata Miko.

Miko menegaskan, selama tidak ada langkah tegas dalam penanganan Covid-19 maka Indonesia tidak akan pernah sampai pada puncak pandemi Covid-19.

"Ya (ini) belum (puncak). Karena di Indonesia semua provinsi itu bebas. (Masih zona merah) nau new normal, itu gila betul. Merah pun bebas. Ya inilah bancinya Indonesia. Harus merah nggak boleh new normal," tegas dia.

Miko menerangkan, bahwa PSBB transisi fase I dan PSBB transisi fase II merupakan kebijakan yang hampir sama. Seharusnya, pemerintah melakukan PSBB saja guna membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah.

"Itu hampir mirip saja karena sosial distancing sedang, belum berat. Karena belum lock down," ujarnya.

Cuma Vaksin yang Bisa Hentikan Pandemi Covid-19

Menurut Miko, pemerintah hanya bisa menghentikan laju pandemi Covid-19 setelah ditemukannya vaksin Covid-19. Padahal, sambung dia, vaksi Covid-19 baru diperkirakan bisa diproduksi pada Agustus tahun depan.

"Sampai vaksin di Indonesia ada, katanya dengan vaksin Sinovac yang bekerjasama dengan Bio Farma ini akan menghasilkan vaksin pada Juli sampai Agustus," beber dia.

Miko berharap, pemerintah tak buru-buru melakukan new normal atau kenormalaan baru di zona merah sebelum adanya vaksin Covid-19 yang saat ini masih tahap uji klinis.

"Masih satu tahun lagi, yang merah harusnya jangan melakukan new normal. Pemerintah harus jangan normal," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini