Positif Corona, Dokter Spesialis Paru Meninggal Dunia

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 01 Agustus 2020 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 337 2255502 positif-corona-dokter-spesialis-paru-meninggal-dunia-57X5uA4S4k.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Tenaga medis yang gugur karena terpapar virus corona atau Covid-19 kembali bertambah. Hari ini, seorang dokter Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Sumatera Utara, bernama Andhika Kesuma Putra meninggal dunia.

Pejabat Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Abdul Halik Malik mengatakan, dokter Andhika meninggal dalam keadaan terkonfirmasi positif virus corona. Menurutnya, almarhum mengehembuskan nafas terakhirnya, pada pukul 11.00 WIB ditempatnya menjalankan praktik.

"Beliau meninggal setelah berjuang melawan Covid-19. Meninggal tadi pagi jam 11.00 WIB, betul Covid-19," kata Halik, Sabtu (1/8/2020).

 Virus Corona

Dia menuturkan, dokter Andhika tertular Covid-19 ketika sedang menangani pasien Covid-19 di wilayah Sumatera Utara. Namun, Halik tidak menuturkan lebih lanjut kapan mulanya dokter Andhika tertular virus tersebut.

"Beliau terlibat aktif merawat pasien-pasien Covid-19 di Sumatera Utara. Beliau tertular di tengah upaya penanganan pandemi," tuturnya.

Halik menuturkan, almarhum meninggal di usianya yang cukup muda, 34 tahun. Sehari-harinya, kata Halik, dia adalah dokter spesialis paru dan PB IDI merasa sangat kehilangan atas kepergiannya.

"Dokter ahli paru. konsultan yang masih sangat muda, usianya baru 34 tahun. Kita betul-betul kehilangan," ungkapnya.

 

Oleh karenanya Halik mengimbau kepada masyarakat agar tidak menganggap remeh Covid-19. Menurutnya, Covid-19 memang nyata dan bisa mengancam siapa aja.

"Covid-19 berbahaya dan menjadi ancaman bagi siapa pun dan itu benar adanya. Masyarakat agar tidak meremehkan bahayanya. Jumlah kasus Covid-19 masih tinggi dan terus meningkat artinya pandemi ini belum ," ujarnya.

Dia mengatakan, peran masyarakat dalam pengendalian penularan Covid-19 sangat penting. Menurutnya, masyarakat, dalam pandemi Covid-19 ini adalah garda terdepan, sedangkan petugas medis adalah benteng pertahanan terakhir.

"Bahkan petugas kesehatan sekalipun banyak yang telah menjadi korban," pungkasnya.

Sekadar informasi, dokter Andhika tercatat sebagai anggota IDI Cabang Medan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini