Waspada, Sejumlah Daerah di Indonesia Berpotensi Kekeringan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 31 Juli 2020 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 337 2254986 waspada-sejumlah-daerah-di-indonesia-berpotensi-kekeringan-L4FYOGNKmA.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta agar sejumlah daerah di Indonesia mewaspadai potensi bencana kekeringan. Hal itu sejalan dengan puncak musim kemarau yang bakal terjadi pada bulan Agustus 2020.

"BMKG mengimbau Pemerintah Daerah, pengambil keputusan dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih," ujar Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana melalui pesan singkatnya, Jumat (31/7/2020).

Taufan menjelaskan, angin Monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia, dan wilayah Benua Maritim Indonesia terpantau mulai menguat. Hal itu menyebabkan hampir seluruh daerah di Indonesia mulai mengalami musim kemarau.

 Kekeringan

"Wilayah-wilayah yang sebagian besarnya tengah mengalami musim kemarau di antaranya, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Barat, pesisir utara Banten, DKI, Sumatera Selatan bagian timur, Jambi bagian timur, sebagian besar Riau," beber Taufan.

"Kemudian, sebagian besar Sumatera Utara, pesisir timur Aceh, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Timur bagian timur, Kalimantan Selatan bagian utara, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Maluku bagian barat, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara dan selatan," sambungnya.

Menguatnya aliran angin Monsun Australia, kata Taufan, biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong masa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya. Saat ini, kecepatan angin terutama di bagian selatan Jawa dan Bali dilaporkan menunjukkan kecepatan angin yang lebih kuat.

"Kota-kota di bagian selatan Jawa dan Bali juga menunjukkan suhu udara yang relatif lebih dingin sedikit dibanding bagian utara, misalnya pada siang hari Lombok, Denpasar suhu 26- 28°C, saat yang sama di Semarang, Jakarta, Surabaya 30-31°C," katanya.

Sedangkan pada malam hingga pagi hari, dijelaskan Taufan, suhu minimum tercatat pada 29 Juli terendah ada di angka 10,4 derajat celcius di Ruteng, NTT, di Malang dan Bandung 17 derajat celcius, dan di Padang Panjang 18 derajat celcius.

"Musim kemarau telah berdampak menimbulkan potensi kekeringan secara meteorologis pada 31% ZOM berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) atau deret hari kering yang bervariasi dalam hitungan hari hingga bulan," katanya.

Berdasarkan hasil pantauan BMKG, deret hari kering terpanjang lebih dari dari 2 bulan bakal dialami beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, yaitu Belu, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan dan di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Daerah tersebut, kata Taufan, sudah mendapatkan edaran Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis yang dikeluarkan BMKG pada 24 Juli 2020.

"Edaran Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis oleh Deputi Klimatologi BMKG tertanggal 24 Juli 2020 dengan status awas (kode merah) Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis. Selain itu, 58 Kabupaten/Kota juga tersebut berstatus siaga (kode oranye) yang tersebar di Provinsi NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Sulawesi Selatan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini