Unjuk Gigi Depan Mahfud MD, Denjaka Pamer Prestasi Berantas Terorisme

Riezky Maulana, iNews · Kamis 30 Juli 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 337 2254379 unjuk-gigi-depan-mahfud-md-denjaka-pamer-prestasi-berantas-terorisme-848TCfOLLQ.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berkunjung ke Markas Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

Dalam kunjungannya tersebut, mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini juga menyaksikan beragam peragaan kendaraan tempur yang dimiliki Marinir di lapangan Brigif-1.

(Baca juga: Sambangi Korps Marinir, Mahfud MD : Kita Punya Potensi di Bidang Pertahanan.)

Setelah itu, Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut berserta rombongan menuju Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) untuk meninjau fasilitas yang dimiliki oleh pasukan elite itu. Sesampainya di Denjaka, Mahfud disuguhi atraksi keterampilan yang dimiliki para prajurit Denjaka dan menyaksikan statik show.

ist

Kepada Menko Polhukam, Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen TNI Suhartono melaporkan, satuan prajurit pasukan khusus di AL itu telah sukses dalam menghalau sejumlah aksi teror. Pertama, yaitu operasi Aru Jaya tahun 1992.

"Prajurit berhasil mengusir Kapal Lusitania Expresso, kapal feri berbendera Portugal yang tengah berlayar menuju Dili, Timor Timur," kata Dankormar.

Sekadar diketahui, kapal milik perusahaan AA Rocha Cabecas ini disewa kelompok aktivis anti-intergrasi Timor Timur terhadap Indonesia, per 23 Januari 1992.

Kapal dengan bobot 1.662 ton itu melaju dengan kecepatan 15 knot dan membawa 73 aktivis NGO dari 18 negara, termasuk mantan Presiden Portugal, Antonio Ramlho Eanes, serta 56 wartawan dari enam negara. "Pelayaran ini memiliki misi provokasi internasional menyusul insiden Santa Cruz," sambungnya.

Jenderal bintang dua itu melanjutkan, pasukan khusus TNI AL tersebut juga membuat perompak Somalia kocar-kacir ketika diserang oleh gabungan satuan elit dari Kopassus, Kopaska, dan Denjaka. Kala itu, pasukan Indonesia berhasil membebaskan para WNI yang disandera bajak laut Somalia.

"Pasukan elite TNI juga memburu perompak Somalia setelah kapal MV Sinar Kudus yang dioperasikan PT Samudera Indonesia dibajak di perairan Laut Arab pada 16 Maret 2011 silam," terangnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Mahfud mengapresiasi TNI AL khususnya Marinir dan Denjaka. Karena kata dia, sejumlah prestasi yang disebutkan membuat nama Indonesia disegani di dunia internasional.

"Saya sangat bangga kepada prajurit Denjaka, baik yang bertugas di dalam maupun di luar negeri. Karena menjadi prajurit yang perkasa dan disegani dunia,"ujar Mahfud.

"Denjaka juga telah menorehkan prestasi gemilang baik penumpasan pemberontakan di dalam negeri, operasi pembebasam sandera di mancanegara, dan penumpasan aksi ekstrimis," sambungnya.

Oleh karena itu, Mahfud berharap, kualitas pasukan khusus yang mumpuni dan diakui dunia ini dapat lebih diberdayakan. Seperti dengan cara pelibatan pasukan khusus dan menangani aksi-aksi terorisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini