Sambangi Korps Marinir, Mahfud MD : Kita Punya Potensi di Bidang Pertahanan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 337 2254211 sambangi-korps-marinir-mahfud-md-kita-punya-potensi-di-bidang-pertahanan-QBbZCJT0ZO.jpg Mahfud MD saat menyambangi korps marinir di Cilandak (Foto : Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengaku dirinya sangat optimis dengan kemampuan dari pasukan pertahanan yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Korps Marinir.

Hal itu dikatakan Mahfud usai melakukan kunjungan ke Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan pada Rabu (29/7/2020).

“Saya mengunjungi Korps Marinir sebagai dari pasukan atau satuan elite di Angkatan Laut. Dan saya menjadi berbesar hati bahwa kita punya potensi yang bisa diasah di bidang pertahanan,” kata Mahfud.

Mahfud sebelumnya melihat pertunjukkan yang ditontonkan oleh Pasukan Korps Marinir, kemudian melihat kendaraan taktis yang dimiliki hingga berkujung ke Markas Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Mahfud menjelaskan saat ini peralatan yang dimiliki Korps Marinir sudah sangat memadai. Hal tersebut menurutnya sangat penting dalam keberlangsungan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Terutama kemampuan tekhnik di dalam pertahanan kemudian juga peralatan cukup memadai dan yang penting dari itu adalah semangat,”tegasnya.

Baca Juga : KAI Daop 1 Jakarta Tambah 4 Perjalanan KA Per 30 Juli

Baca Juga : Pemprov DKI Tidak Bisa Awasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kantor Pemerintah

Lebih lanjut Mantan Ketua MK ini menekankan bahwa fungsi dari TNI di era reformasi itu adalah menjaga pertananan dan keamanan. Namun, harus harus sesuai dengan bingkai perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) yang sudah dalam Undang-Undang Dasar.

“Dan sudah dijadikan bekal oleh seluruh prajurit TNI dalam melaksanankan tugasnya. Di antara yang saya lihat, saya mendapat buku pedoman tata cara melaksanakan pertempuran sesuai dengan hukum Humaniter internasional,” jelasnya.

“Intinya melindungi hak asasi, jangan lagi ada kecurigaan bahwa misalnya militer anti hak asasi semua tentara disini dibekali buku saku perlindungan hak asasi,” imbuh Mahfud.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini