Nadiem Harap NU, Muhammadiyah & PGRI Kembali Gabung di POP

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 337 2253906 nadiem-harap-nu-muhammadiyah-pgri-kembali-gabung-di-pop-Y7O6MtGehB.jpg Mendikbud RI, Nadiem Makarim (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menginginkan agar organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bisa kembali bergabung dengan Program Organisasi Penggerak (POP).

Seperti diketahui ketiga organisasi tersebut mundur dari Program Organisasi Penggerak.

"Harapan besar saya yang luar biasa bahwa dengan perubahan ini dan penyempurnaan apapun di masa depan. Bahwa NU, Muhammadiyah dan PGRI bisa kembali membimbing kami. Kembali melibatkan diri dalam proses ini dan terus menyempurnakan program kami, " kata Nadiem saat di webiner bertajuk ‘Menjaga Integritas Dalam Implementasi Kebijakan PPDB’ dalam YouTube KPK, Rabu (29/7/2020).

 Baca juga: Buntut Polemik POP, Nadiem Makarim Minta Maaf secara Langsung ke Muhammadiyah

Nadiem mengatakan pihaknya sangat membutuhkan bimbingan dan partisipasi ketiga organisasi itu.

"Jadi bimbingan dan partisipasi mereka dalam berbagai kemitraan di kemendikbud sangat kami harapkan," jelasnya.

 Baca juga: KPK Bakal Panggil Mendikbud Terkait Polemik POP 

"POP itu sebenarnya misinya hanya satu kesempatan untuk Kemendikbud belajar dari organisasi-organisasi pendidikan yang sudah bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun mengerjakan berbagai macam inovasi di lapangan," imbuhnya.

Disisi lain, Nadiem menekankan bahwa Kemendikbud kini sedang mengevaluasi POP. Itu dilakukan merespon polemik yang terjadi belakangan ini.

"Evaluasi lagi kita ingin mengundang pihak eksternal untuk melihat sistem seleksi kita, kita ingin memastikan. Kedua untuk apakah dengan covid-19 ini timing dan timelinenya sudah tepat dan efektivitas programnya masih bisa berjalan. Ketiga setiap organisasi kita akan lakukan triple check lagi mengenai kelayakan dan kredibilitas mereka," tandasnya.

Sebelumnya Nadiem telah meminta maaf atas polemik yang terjadi kepada NU, Muhammadiyah dan PGRI.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” kata Nadiem siaran persnya, Selasa (28/7/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini