Minta Maaf, Nadiem Ingin NU, Muhammadiyah, dan PGRI Kembali Gabung POP

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 28 Juli 2020 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 337 2253598 minta-maaf-nadiem-ingin-nu-muhammadiyah-dan-pgri-kembali-gabung-pop-KqT6V7KDdX.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto Sindo)

JAKARTA – Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, LP Maarif NU, dan PB PGRI telah menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pun meminta maaf kepada ketiga organisasi tersebut.

Tak hanya itu, Nadiem berharap ketiga organisasi tersebut bisa kembali ke POP untuk membantu reformasi pendidikan nasional.

Mendikbud berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan bahkan jauh sebelum negara ini berdiri, dapat kembali bergabung dalam POP.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2020).

Sementara itu, organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan program secara mandiri nantinya tidak wajib mematuhi semua persyaratan pelaporan keuangan yang sama yang diperlukan untuk Bantuan Pemerintah dan tetap diakui sebagai partisipan POP.

Namun, kendati tak memakai anggaran negara, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen pengukuran yang digunakan antara lain Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter untuk SD dan SMP atau Instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD.

Baca Juga : NU-Muhammadiyah Mundur, Nadiem Evaluasi Program Organisasi Penggerak

“Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua," tutur Nadiem.

Baca Juga : Mendikbud Akan Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini