Kronologi Camat Dikira Tukang Sapu, Staf Kecamatan Melongo saat Kejadian

Maskaryadiansyah, iNews · Selasa 28 Juli 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 337 2253222 kronologi-camat-dikira-tukang-sapu-staf-kecamatan-melongo-saat-kejadian-mXZDER8Cfr.jpg Camat Samarinda Kota Anis Siswantini dikira tukang sapu. Foto: iNews

SAMARINDA – Jangan menilai buku dari sampulnya saja. Mungkin itulah pesan yang pas dari kejadian saat seorang camat yang kebetulan membawa sapu dikira tukang sapu.

Ya, viral di media sosial Camat Samarinda Kota Anis Siswantini yang jalan kaki membawa sapu, tiba-tiba dipanggil oleh petugas suatu perusahaan. Kemudian sang camat tersebut pun marah karena dirinya bukanlah tukang sapu jalanan.

Untuk lebih jelasnya, berikut kronologi kejadian tersebut sebagaimana penuturan Anis Siswanti.

Saya kan posisi pakai helm karena ga bawa topi. Saya pakai helm bawa sapu, staf-staf saya ada yang bawa sekop, cangkul, parang.


Kita jalan sama-sama, saya paling depan, tapi begitu jalan memasuki simpang empat yang mau ke Jalan Ahmad Dahlan depan SMP Negeri 2, saya memperhatikan di lokasi itu banyak sampah.


Camat Samarinda Kota (kaos merah).

Itu berhamburan serta dibakar di depan ruko. Nah, saya masih memperhatikan di situ, tiba-tiba saya dipanggil sama warga situ yang saya tidak ketahui beliau siapa.

Baca Juga: Viral Camat Dikira Tukang Sapu dan Disuruh Bersihkan Sampah

Ternyata memanggil saya tiga kali. Bu sini bu, dari jauh ini, memanggil saya tiga kali, yang kotor di sini bersihkan di sini.


Lalu saya dekati, langsung ngomong begini, 'bapak menyuruh saya membersihkan di sini. saya ini dari pemerintah untuk mengimbau ayo kita kerja bakti sama-sama. Saya bukan penyapu jalan, langsung saya tinggal lokasi karena belum sampai di lokasi kerja bakti.


Ini Staf saya melongok semuanya lho, melihat. Akhirnya kami berjalan ke lokasi kerja bakti. Di situ saya bercerita satu jam sama Pak Sekcam saya, sama babinsa dan lurah. Tolong saya nanti temani ke situ. Pak Sekcam saya langsung bilang, ayo buk sekarang saja. Kamilah menuju ke sana”.

Baca Juga: Heboh Camat Ngamuk karena Dikira Tukang, Kok Bisa?

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini