Muhammadiyah Minta Pengikut Aliran 'Agama Muslim' Dibina dan Tak Perlu Dibawa ke Polisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 28 Juli 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 337 2253089 muhammadiyah-minta-pengikut-aliran-agama-muslim-dibina-dan-tak-perlu-dibawa-ke-polisi-qHs4PSBKGW.jpg ilustrasi

JAKARTA - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mukti menyatakan bahwa pengikut kepercayaan baru bernama 'Agama Muslim' di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), harus dilakukan pembinaan.

"Masalah tersebut tidak perlu dibawa ke polisi dan ranah hukum. Sebaiknya dengan pendekatan dakwah, persuasif, dan pembinaan yang intensif," kata Mukti kepada Okezone, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Mukti menjelaskan, Salat merupakan rukun Islam. Keislaman dan kesempurnaan iman diukur dari komitmen dan kualitas pelaksanaan shalat.

"Kalau mereka menyebut dirinya aliran kepercayaan, berarti bukan Islam. Aliran kepercayaan bukan agama," ujarnya.

Baca Juga: Heboh Aliran 'Agama Muslim' di Solok, MUI: Dari Namanya Itu Menunjukan Sesat

Dalam kehidupan umat beragama, kata Mukti, aliran kepercayaan seperti itu bukan hal yang baru. Di Jawa terdapat aliran kejawen yang menyembah Allah tetapi tidak sholat, tetapi mereka melaksanakan puasa.

"Sebaiknya MUI tidak terburu mengatakan mereka sesat. Apalagi jika mereka menyatakan tidak memeluk Islam. Tetapi kalau mereka memeluk Islam maka kewajiban umat untuk mengajarkan Islam yang benar dengan cara yang bijaksana, tanpa kekerasan, paksaan, dan tekanan," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Solok, Ulfan Yustian Arif menjelaskan, awal mula informasi aliran baru tersebut dari informasi masyarakat pada April lalu.

Baca Juga: Aliran Baru 'Agama Muslim' Beredar di Solok Sumbar 

Mulanya ada seorang warga di Kabupaten Solok yang ditawarkan saudaranya untuk belajar ajaran agama di Kota Padang. Ia kemudian belajar ke Kota Padang dengan seorang yang diduga penyebar utama aliran tersebut berinsial U.

"Dari informasi yang kami peroleh oknum yang jadi penyebar pertama di lokasi itu (Solok) sekitar pertengahan 2019 lalu di Kota Padang," kata Ulfan dalam program iNews bertajuk 'Geger Agama Baru' Minggu 26 Juli 2020. (kha)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini