Ketika Pimpinan KPK Bercerita Diserang Psikis hingga Teror Mistis

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 27 Juli 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 337 2252712 ketika-pimpinan-kpk-bercerita-diserang-psikis-hingga-teror-mistis-whjrHHyI79.jpg Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengungkapkan adanya ancaman yang selalu mengintai pimpinan hingga pegawai lembaga antikorupsi itu, dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut tidak bisa dihindari, dan sudah menjadi bagian dalam kerja pemberantasan korupsi

"Kami menyadari betul bahwa tanggung jawab pemberantasan korupsi di daerah itu juga tidak mudah," ujar Alex dalam diskusi virtual bertajuk 'Merangkai Simfoni Melawan Korupsi', Senin (27/7/2020).

 KPK

Dikutip dari Laporan Tahunan KPK 2019, ancaman yang diterima pegawai KPK berupa teror dan intimidasi hingga ancaman fisik dan mistis yang didapati pegawai hingga pimpinan KPK.

Salah satu ancaman mistis yang dikutip dari data tersebut yakni, personel Koordinator Wilayah (Korwil) II, Dian Patria. Kejadian mistis yang menimpanya berawal saat dirinya melakukan pemantauan di Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada tahun 2017 lalu.

Usai melakukan pemantauan, Dian sering mengalami sesak napas. Di sela tugasnya, ia sempat berobat ke rumah sakit dan Dokter menyatakan bahwa ada cairan pada jantung dan paru-paru Dian.

Dian pun harus dirawat di ruang ICU selama dua pekan dan bertahan dengan bantuan ventilator. Sejumlah dokter yang menanganinya, tidak ada satupun yang dapat menjelaskan penyakit yang sebenarnya menjangkiti tubuh Dian.

"Saya enggak tahu Mas Dian ini sakit apa," ujar salah satu dokter yang dikutip dari Laporan Tahunan 2019 KPK.

Selain Dian, ada juga serangan atau ancaman lain yang menyasar Pimpinan, pegawai hingga kantor lembaga antikorupsi itu. Misal pada Januari 2019 Benda mirip bom ditemukan di kediaman mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo. Kemudian dua bom molotov dilemparkan ke kediaman mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Lalu, pada Februari 2019, dua anggota tim surveillance KPK dianiaya saat memantau informasi dugaan akan adanya penyuapan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. September 2019 terjadi demo bayaran di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Selain itu masih di periode yang sama, terdapat peta perlawanan dan dukungan terhadap KPK di media sosial terkait revisi undang-undang KPK. Kemudian adanya surat kaleng yang menyebut pegawai KPK turut andil terhadap demonstrasi mahasiswa yang menolak RKUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini