Editor Metro TV Diduga Bunuh Diri, Ada 4 Luka Tusuk di Dada & 1 di Leher

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 25 Juli 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 337 2251948 editor-metro-tv-diduga-bunuh-diri-ada-4-luka-tusuk-di-dada-1-di-leher-UnyhODgpJJ.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Jajaran kepolisian akhirnya menguak misteri kematian Editor MetroTV, Yodi Prabowo. Dari hasil penyidikan dan penyelidikan selama sekira dua minggu, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kematian Yodi Prabowo diduga kuat karena bunuh diri.

Yodi Prabowo diduga bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke dada dan lehernya. Polisi menemukan ada empat luka tusuk di dada dan satu di leher Yodi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, hanya satu luka yang ditemukan cukup dalam di dada Yodi. Sementara tiga luka lain di dada Yodi, hanya sedalam sekira 2 cm. Sedangkan luka di leher, kata Yusri, itu yang menyebabkan Yodi meninggal dunia.

"Kematian karena luka di leher. Ada 4 tusukan (di dada), ada tiga tidak terlalu dalam, tapi yang terakhir dalam, 12 cm. Kalau yang tiga (luka) hanya 2 cm," kata Yusri saat menggelar konpers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (25/7/2020).

Di sisi lain, Dokter Spesialis Forensik Instalasi RS Bhayangkara Kramat Jati, Arif Wahyono menjelaskan bahwa pihaknya tidak menemukan luka akibat kekerasan di tubuh Yodi Prabowo. Arif memastikan bahwa tim dokter hanya menemukan empat luka tusuk di dada dan satu di leher Yodi Prabowo.

"Kami tidak temukan tanda-tanda kekerasan lain selain luka tusuk di dada sebanyak 4 kali. Gambarannya bermacam-macam, ada yang kedalaman luka hanya sampai jaringan otot, kalau yang lebih dalam lagi sampai menembus memotong bagian bawah paru-paru," beber Arif di lokasi yang sama.

Baca Juga : Sebelum Bunuh Diri, Polisi Ungkap Percakapan Editor Metro TV dengan Pacar

Baca Juga : Pasien Covid-19 Klaster Secapa AD Berkurang Menjadi 201 Orang

"Di leher kami temukan kekerasan yang memotong tenggorokkan tapi tidak memotong pembuluh darah. Selain itu tidak ada," sambungnya.

Arif memastikan bahwa Yodi Prabowo meninggal akibat luka yang ada di lehernya. "Kesimpulan sebab mati korban kekerasan tajam di leher," terangnya.

Sekadar informasi, Editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan tidak bernyawa di pinggir Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), daerah Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020, lalu. Saat itu, Yodi Prabowo diduga tewas dibunuh karena ditemukan luka akibat benda tajam di bagian leher dan dadanya, sebelum pada akhirnya dinyatakan bunuh diri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini