KPK Periksa Ketua DPRD Muara Enim sebagai Tersangka Suap

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 24 Juli 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 337 2251358 kpk-periksa-ketua-dprd-muara-enim-sebagai-tersangka-suap-cohvgAMnEQ.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB (AH), pada hari ini. Sedianya, Aries akan diperiksa dalam kapasitasanya sebagai tersangka.

Aries merupakan tersangka baru kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim.

"Yang bersangkutan dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (24/7/2020).

Selain Aries HB, penyidik juga memanggil satu tersangka lainnya yakni, Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi (RS). Ia juga diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Sementara satu saksi yang diperiksa terkait perkara ini yaitu mantan Anggota DPR Kabupaten Muara Enim Fitrianzah. Ia dipanggil untuk dimintai keterangannya guna proses penyidikan Ramlan Suryadi.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka terkait pengembangan perkara suap proyek di Dinas PUPR yang menyeret mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani. Kedua tersangka baru itu yakni, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB (AHB) dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi (RS).

Dalam perkara ini, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek di Dinas PUPR Muara Enim. Tiga tersangka itu yakni, mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani; Kabid Pembangunan Jalan di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar; dan pihak swasta, Robi Okta Fahlefi.

Ahmad Yani diduga menerima suap sekira Rp13,9 miliar dari Robi Fahlefi. Suap itu diduga berkaitan dengan 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim yang dimenangkan oleh perusahaan Robi. Ahmad Yani meminta bantuan kepada Elfin Muhtar agar proyek PUPR diberikan ke Robi.

Aliran uang itu ternyata juga mengalir ke sejumlah pihak. Salah satu yang diduga menerima suap yakni, Aries HB dan Ramlan Suryadi.

Aries diduga menerima Rp3,031 miliar dari Robi. Sementara Ramlan, diduga kecipratan Rp1,115 miliar dan satu unit telepon genggam merek Samsung Galaxy Note 10 dari Robi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini