Dokter Reisa: Masih Banyak Anak Terlindungi dari Ancaman Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 23 Juli 2020 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 337 2251189 dokter-reisa-masih-banyak-anak-terlindungi-dari-ancaman-covid-19-9i18Li217u.jpeg Dokter Reisa. (BNPB)

JAKARTA – Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, banyak anak-anak Indonesia masih terlindungi dari virus corona.

“Sudah 4 bulan lamanya kita menghadapi pandemi Covid-19. Berita bagusnya banyak anak Indonesia yang masih terlindungi dari ancaman Covid-19 hari ini,” kata Reisa di Media Center Satgas COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Meski begitu, ia mengingatkan, tanpa tindakan segera Covid-19 memberikan dampak yang panjang terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan anak-anak di Indonesia.

Reisa juga mengatakan virus ini juga berdampak pada kestabilan ekonomi masyarakat. “Selain virus corona yang telah secara luas menyebar dan sebagian membuat anak-anak Indonesia sakit. Pandemi juga mengganggu kestabilan pendapatan warga keluarga Indonesia. Kehilangan pekerjaan dan pendapatan secara mendadak tentunya dapat memicu situasi kemiskinan bagi jutaan anak,” kata Reisa.

Kondisi ini, kata Reisa bisa mengancam status gizi, pendidikan dan perlindungan anak sekaligus dapat membuat ketimpangan yang sudah ada terkait gender, ekonomi, akses anak dengan disabilitas.

“Anak-anak di Indonesia akan terus merasakan dampak pandeminya selama bertahun-tahun ke depan,” ujarnya.

Reisa mengatakan agar tidak menyebabkan kerugian jangka panjang terhadap anak Indonesia ada tiga langkah ala Satgas Covid-19, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, serta UNICEF Indonesia untuk melindungi anak Indonesia.

Pertama, dukung keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak. Sosialisasikan panduan dan sediakan sarana pelayanan kesehatan sosial berkelanjutan untuk remaja, perempuan usia subur, ibu hamil dan menyusui, dan balita.

Kedua, dukung anak agar tetap belajar. Perluas opsi belajar dari rumah agar tersedia pula metode yang minim atau tanpa teknologi. Awasi pembelajaran dan partisipasi murid melalui platform daring.

Ketiga, lindungi anak dari kekerasan, eksploitasi dan pelecehan. Berikan dukungan kesehatan jiwa dan psiko sosial kepada anak yang rentan. Rumuskan strategi untuk merumuskan kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak.

Baca Juga : Ratusan Pegawai RS Moewardi Solo Positif Virus Corona

“Termasuk pemetaan layanan panduan rujukan perluasan mekanisme pelaporan dan respons. Pastikan pekerja sosial dapat bekerja dengan aman menggunakan alat bantu agar pelayanan dan manajemen kasus bisa terus diselenggarakan untuk kelompok yang paling rentan,” tutur Reisa.

Baca Juga : Banyak Warga Tak Percaya Data Covid-19 Pemerintah, Ini Respons Istana

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini