Kerugian Negara Akibat Korupsi Proyek Fiktif PT Waskita Karya Capai Rp202 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 23 Juli 2020 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 337 2251090 kerugian-negara-akibat-korupsi-proyek-fiktif-pt-waskita-karya-capai-rp202-miliar-kAooYqHV7m.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi laporan kerugian keuangan negara terbaru dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang digarap PT Waskita Karya. Berdasarkan laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian negara akibat kasus itu ditaksir mencapai Rp202 miliar.

"Berdasarkan Laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara dari BPK, total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut adalah sejumlah Rp202 miliar," kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

Sejalan dengan adanya laporan terbaru dari BPK tersebut, KPK juga menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus ini. Ketiga tersangka baru itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani (DS); Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana (JS); serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman (FU).

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 13 Juli 2020 dengan tiga orang sebagai tersangka," ujar Firli.

Baca Juga : KPK Tetapkan Mantan Dirut Jasa Marga Tersangka Korupsi Proyek Fiktif

Baca Juga : 1.054 Kasus Kekerasan Anak dalam 18 Bulan, 268 di Antaranya Korban Kejahatan Seksual

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam jabatannya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Hingga saat ini, total ada lima tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka tersebut diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk selama tahun 2009 sampai 2015.

Atas perbuatannya, lima tersangka ini disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini