KJRI Kuching Bantu Pulangkan 17 Pekerja Migran Ilegal

Riezky Maulana, iNews · Kamis 23 Juli 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 337 2250880 kjri-kuching-bantu-pulangkan-17-pekerja-migran-ilegal-8baIlRIpGm.jpg KJRI Kuching bantu pulangkan 17 PMI ilegal di Malaysia (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Malaysia membantu pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural atau ilegal melalui pos perbatasan Tebedu-Entikong, Kalimantan Barat. Proses tersebut terjadi di hari kemarin, Rabu (22/7/2020).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan, dari 17 orang PMI tersebut, dua di antaranya merupakan ibu yang sedang hamil dan tiga anak berusia 7 tahun.

"Kemarin 22 Juli 2020, KJRI Kuching bantu kepulangan 17 WNI yang merupakan Pekerja Migran Indonesia melalui perbatasan Tebedu-Entikong. Sebanyak 2 orang ibu hamil dan 3 orang anak berumur 7 tahun ikut dalam rombongan kepulangan tersebut," tulis Kemlu dalam keterangannya, Kamis (23/7/2020).

Kemlu menjelaskan, para PMI itu diserahkan langsung oleh pihak imigrasi Sarawak, Malaysia kepada KJRI Kuching. Menurut pihak Imigrasi Sarawak, mereka tidak memiliki dokumen lengkap dan dianggap sebagai pekerja ilegal.

Baca Juga : Ayahanda Wafat, Fahri Hamzah Unggah Kenangan Terakhir Bersama sang Ayah

Baca Juga : Presiden Jokowi: 70 Juta Anak Indonesia Terdampak Pandemi Corona

"Sebelum kepulangannya, para WNI telah menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19," tulis Kemlu lagi.

Diketahui, proses pemulangan PMI dilakukan melalui jalan darat dari Kuching ke Perbatasan Tebedu-Entikong dan telah berjalan lancar. Kemlu menyebut, kegiatan itu terlaksana dengan baik berkat kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pihak Imigrasi Tebedu, Sarawak hingga pihak terkait lainnya di Pos Lintas Batas (PLBN) Entikong.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini