Viral Kopi Dijajakan di Atas Sepeda, Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 22 Juli 2020 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 337 2250514 viral-kopi-dijajakan-di-atas-sepeda-harga-kaki-lima-rasa-bintang-lima-MMst7FF9eY.jpg Kedai kopi berkonsep sepedaan. Foto: Deni Irwanysah

MALANG – Membuka usaha seperti kedai kopi tak melulu harus dimulai dengan modal besar. Salah satu cara menekan besaran modal awal adalah tidak menyewa lapak, tapi membuka lapak non permanen.

Seperti yang dilakukan Andi Destanto, seorang pemuda di Malang, Jawa Timur, yang sukses membuka kedai kopi kaki lima di pinggir jalan. Ia menata kopi di atas sepeda dengan konsep cafe, lalu mulai berjualan.

Luar biasa, kedai kopi milik Andi itu viral di media sosial. Bukan karena kedainya yang unik, namun varian kopi yang dijualnya tak kalah dengan display di kafe-kafe. Harga jualnya pun sangat terjangkau, tak ada yang harganya di atas Rp10.000.

Andi membuka kedai kopi di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang, sejak setahun lalu. Meski di pinggir jalan, namun ia menyajikan kopinya seperti di restoran atau kafe mahal.

Dengan peralatan layaknya barista kafe mahal, Andi pun tak kalah lihai meracik kopinya rasanya seperti di cafe atau hotel bintang lima namun harganya tetap “kaki lima”. Menu yang disajikan pun beragam. Ada kopi tubruk, cafelatte, es kopi susu kekinian, hingga sajian Vietnam Drip, bahkan ada juga espresso.

Baca Juga: Viral Pedagang Starling Bergaya Retro, Jualan Es Kopi dengan Vespa

Ada tujuh varian kopi di kedai jalanan ini. Di antaranya kopi Arabika Toraja, Arabika Gunung Kawi, Arabika Flores, Arabika Kintamani, Arabika Arjuno. Ada juga Robusta Sumawe dan Robusta Dampit.

"Harganya murah, tak lebih dari sepuluh ribu. Rasanya juga enak seperti di kafe," ujar Wiwin, salah seorang pengunjung. Wiwin mengaku hampir setiap hari beli di sini. "Untuk dibawa ke kantor. Teman-teman juga nitip," tambah perempuan berhijab itu.

Keunikan kedai Andi ini membuat setiap pembeli yang datang mengabadikan dan memposting di media sosialnya. Hingga akhirnya kedai sepeda itu viral dan makin banyak pembeli yang datang.

Seorang pelanggan, Maharani mengaku tahu kedai kopi Andi dari media sosial. Dia pun ingin membuktikannya dengan datang secara langsung. "Berani dibandingkan dengan kopi kafe, harganya cocok untuk kantong mahasiswa," ujar pelajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang itu.

Daya tarik lainnya adalah kopi espresso ala himung kafe yaitu menggunakan suntik berukuran besar sebagai pengganti mesin pres.

Baca Juga: Pramugari Cantik Buka Warkop di Tikungan Jalan, Pelanggan: Rasanya Bisa Semriwing 

Menurut Andi Destanto, ide awal membuat kedai ini untuk mengenalkan kopi nusantara kepada seluruh lapisan masyarakat. Pria yang awalnya ridak suka kopi merasa tidak adil jika kekayaan alam berupa kopi ini hanya bisa dinikmati dengan harga mahal.

"Untuk itulah saya mempunyai niat untuk membuat kedai di pinggir jalan dengan harga murah. Agar bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat," tutur Andi sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Dia mengaku, awalnya ingin jualan pakai rombong layaknya PKL pada umumnya. Karena harganya mahal dan saya hanya punya sepeda, akhirnya sepeda ini saya pakai untuk jualan. Selain itu biar sensasinya berbeda.

"Dengan sepeda, tidak ada sekat antara penjual dengan pembeli. Semua kalangan bisa menikmati," urainya.

Di masa pandemi ini, Andi menerapkan protokol kesehatan. Di kedainya disediakan cairan antiseptik untuk para pembeli. Dia juga mengharuskan pengunjung jaga jarak untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini