Jamin Keamanan Anak, Negara Harus Terdepan

Tim Okezone, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 337 2250432 jamin-keamanan-anak-negara-harus-terdepan-Fspsu4G3ss.jpg Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ingrid Kansil (foto: Okezone)

JAKARTA - Belum maksimalnya jaminan keamanan terhadap anak-anak masih menjadi perhatian serius. Paling rentan, anak menjadi korban kejahatan seksual.

Bahkan, anak sering kali mengalami berbagai kekerasan, eksploitasi, dan pelanggaran hak-hak lainnya. Khususnya di tengah pandemi Covid-19, kondisi anak jadi lebih rentan.

Tingginya kekerasan anak selama masa pandemi Covid-19 menjadi persoalan yang disorot pemerintah. Berdasarkan data Kementerian PPPA, terjadi 3.087 kasus kekerasan terhadap anak dalam kurun 1 Januari-19 Juni 2020.

Kejahatan terhadap anak terakhir dan menggemparkan menimpa gadis 14 tahun, NV di Lampung Timur. Mirisnya pelaku, DA merupakan pendamping di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur. NV disebut-sebut diperkosa di Rumah Aman saat proses pendampingan pemulihan psikologi sebagai korban pemerkosaan.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ingrid Kansil menilai meningkatnya angka kekerasan terhadap anak belum menunjukkan perbaikan dalam sistem penangananya. Terkuaknya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oknum petugas P2TP2A di Lampung Timur menjadi catatan penting bahwa sistem perlindungan anak di Indonesia masih lemah.

“Salah satu upaya adalah denggan pembentukan satgas anak. Hal ini menjadi salah satu upaya pencegahan bagi terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Pemerintah melalui Kementerian PPPAnak sudah membentuk Satgas PPA”, ujar Inggrid, Rabu (22/7/2020).

Satgas PPA berperan membantu dalam mencegah, menjangkau dan mengidentifikasi kasus kekerasan perempuan dan Anak.

“Saya sangat mengapresiasi hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah memperbaiki sistem perlindungan serta pendampingan bagi para korban kekerasan perempuan dan anak. Satgas tersebut merupakan garda terdepan dan ujung tombak perlindungan perempuan dan Anak," paparnya.

Bersamaan dengan momentum Peringatan Hari Anak Nasional 2020, sudah sepatutnya negara hadir dan melindungi seluruh anak Indonesia. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama yakni pemerataan akses pendidikan harus menyeluruh di seluruh Indonesia.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini