HAN 2020, Kasus Kekerasan Anak Meningkat Selama Pandemi

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 337 2250321 han-2020-kasus-kekerasan-anak-meningkat-selama-pandemi-9AmrEIboLl.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA – Setidaknya terdapat 809 kekerasan yang telah diadukan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) selama masa pandemi corona. 52 persen di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh esok, Kamis 23 Juli 2020.

“Laporan di komnas PA itu ada 809 kasus kekerasan terhadap anak, 52 persen itu kekerasan seksual,” kata Arist saat berbincang dengan Okezone, Rabu (22/7/2020).

Aris mengungkapkan, selama pandemi corona, kasus kekerasan terhadap anak justru meningkat. Hal ini disebabkan oleh multifaktor, salah satunya adalah ekonomi.

Pandemi corona diketahui telah meluluhlantakan perekonomian warga, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan sehingga itu berdampak pada pola asuh anak. Apalagi saat ini anak harus belajar dari rumah.

Dengan adanya sistem belajar dari rumah, maka itu akan menambah biaya operasional khususnya untuk pembiayaan kuota internet. Namun di sisi yang lain, orang tua sedang mengalami tekanan ekonomi gara-gara pandemi.

“Korelasinya dengan anak stay at home, orang tua kehilangan pekerjaan, orang tua tak punya ekonomi yang baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Arist memaparkan telah ada sekitar 3.700 kasus yang diadukan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) selama Maret hingga Juni 2020 atau masa pandemi corona.

“Bentuknya bisa kekerasan seksual bergerombol, inses, sodomi, bahkan terakhir ada sindikat perbudakan seks anak internasional,” pungkasya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini