Curhat Yuri saat Menjadi Jubir Covid-19, Kerap Dipanggil "Bapak di TV"

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 337 2250259 curhat-yuri-saat-menjadi-jubir-covid-19-kerap-dipanggil-bapak-di-tv-utTpZwszUK.jpg

JAKARTA - Dirjen Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto tak lagi menjadi Juru Bicara (Jubir) penanganan Covid-19.

Selama 140 hari menjadi Jubir terhitung sejak 3 Maret 2020, Yurianto mengaku, menyampaikan informasi terkait Covid-19 adalah sebuah tantangan baginya.

Menurut Yurianto, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam latar belakang. Karena itulah, hal ini menjadi sebuah tantangan baginya agar apa yang dibicarakan saat menjadi Jubir dapat diresapi dengan baik oleh masyarakat.

“Tantangan saya bukan berbicara untuk saya pahami kan, tapi berbicara untuk bisa dipahami masyarakat,” kata Yurianto saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Yurianto bercerita bahwa beberapa kali dirinya kerap mengecek respon ke masyarakat atas informasi yang disampaikannya itu. Namun diakuinya ada saja yang memahami ada juga yang tidak.

Seperti halnya mengenai pesan terkait mematuhi protokol kesehatan, beberapa masyarakat ada yang dapat menangkap dengan baik, namun ada juga yang tidak memahami dan hanya sekedar menaati karena mendapatkan teguran.

“Kemudian betul-betul saya setiap hari melihat respon masyarakat terhadap omongan saya. Misalnya tentang protokol apakah mereka paham tentang protokolnya, apakah bisa mereka menjalankan?,” ucapnya.

“Kadang kadang saya tanya ke mereka pernah enggak tau soal protokol (kesehatan) kan banyak juga yang enggak. Ataupun kalo tau, kenapa disuruh pake masker dan dia bilang ditegur karena gak pake masker,” imbuh Yurianto.

Baca Juga: Pensiun Umumkan Covid-19, Dokter Cantik Reisa: Bakalan Kangen Nggak Ketemu Pak Yuri

Lebih lanjut, Yurianto mengaku sejak menjadi Jubir terkait Covid-19 beberapa kali mendapatkan sorotan dari masyarakat lantaran kerap muncul di TV.

“Enggak heboh-heboh amat ya tau paling ada yang bilang ‘bapak yang sering di tv’. Misalnya kalo saya lagi nyuci mobil, nanya ‘kok bapak gak siaran?’ Loh saya kan siaran sore. Enggak pak saya lihat tadi pagi, lalu saya jelaskan enggak itu rekaman,” tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini