Semua ABK Kapal Bahari Indonesia yang Terbakar Berhasil Dievakuasi

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 337 2250104 semua-abk-kapal-bahari-indonesia-yang-terbakar-berhasil-dievakuasi-RN1C9R1aQj.jpg Lokasi Kapal Motor Bahari Indonesia terbakar (Foto: Basarnas)

JAKARTA - Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) Motor Bahari Indonesia yang terbakar di Laut Jawa sudah berhasil dievakuasi. Mereka dievakuasi menggunakan Kapal Samudra Jaya Abadi pada Rabu (22/7/2020) sekira pukul 02.00 Lt.

"Info sementara/terakhir pada pukul 02.00 Lt, seluruh ABK bisa dievakuasi oleh Kapal Samudra Jaya Abadi, (info owner), namun kami masih memastikan," kata Deputi Bidang Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Kesiapsiagaan (Basarnas) Pusat, Mayjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji kepada Okezone.

Baca Juga: Terbakar di Laut Jawa, Kapal Bahari Indonesia Berawak 26 Orang 

Namun, Bambang belum bisa memastikan apakah ABK tersebut dievakuasi ke rumah sakit atau dipulangkan. Pihaknya saat ini masih belum bisa menghubungi Kapal Samudra Jaya Abadi. Namun, ia memastikan tujuannya ke Ketapang, Kalimantan Barat.

"Kita belum tahu, karena kapten Kapal Samudra Jaya Abadi belum bisa dikonfirmasi," bebernya.

Sejauh ini terkait peristiwa tersebut Bambang juga belum bisa memastikan apa penyebab hingga kapal itu terbakar. "Sementara, laporannya kebakaran," jelasnya.

Seperti diketahui, Kapal Motor Bahari Indonesia terbakar di sekitar Laut Jawa pada Selasa 21 Juli 2020 sore. Ada 26 orang termasuk nahkoda yang ikut dalam kapal tersebut.

Agen Kapal Motor Bahari Indonesia, Bimo Santoso menuturkan ke 26 nama tersebut semuanya petugas kapal dan tidak ada penumpang. "Personal on board tidak ada penumpang," kata Bimo kepada Okezone.

Baca Juga:  Kapal Bahari Indonesia Terbakar di Laut Jawa

Bimo menjelaskan, kapal tersebut berangkat dari Jakarta sekira pukul 00.15 WIB dini hari menuju Pontianak dengan membawa muatan kendaraan. Kemudian, sekira pukul 16.30 WIB nahkoda kapal memberi kabar bahwa maindeck kapal terbakar.

"Kita tanyakan posisi kebakarannya berada di gladak utama (kapal) setelah itu langsung terputus hubungan kita," tutur Bimo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini