Cegah Covid-19, JK: Gerakan Patuh Protokol Kesehatan Harus Digaungkan

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 20 Juli 2020 23:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 337 2249477 cegah-covid-19-jk-gerakan-patuh-protokol-kesehatan-harus-digaungkan-ZdaNVr9oUr.jpg Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan penanganan virus corona atau Covid-19 harus dilakukan secara masif di semua aspek tak terkecuali di masjid.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Pertama adalah menghindar, menyerang, dan mengobati.

"Hindari itu yang kita sebut pakai masker, jaga jarak. Kemudian memerangi yang kita beri disinfektan dan perawatan (bagi mereka yang sakit)," kata JK dalam webinar bertajuk Tema Indonesia melampaui cina Dalam Kasus Covid-19, Senin (20/7/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Covid-19 Digantikan Satgas 

Yang tak kalah penting kata JK adalah bagaimana menggerakkan masyarakat untuk taat dan patuh terhadap aturan protokol kesehatan. Karena itu, imbauan harus terus digaungkan baik dari masjid maupun tempat ibadah lainnya.

"Saya sama Sudirman Said ke Banten, itu pertama menggerakkan masjid agar memberikan solusi untuk masyarakatnya menaati lewat masjid jadi kita buat seruan dari masjid," ungkapnya.

"Setiap saat itu speaker masjid harus ingatkan masyarkat mengingatkan ini (patuh protokol kesehatan) sehingga masyarakat jadi otomatis patuh," tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said menuturkan, fokus PMI adalah mencegah dan menyerang virus tersebut.

Menurutnya, potensi menggerakkan masyarakat dalam memerangi corona sangat penting dilakukan semua pihak dengan menggunakan jejaring sosial.

"Tadi siang kami di Tangerang Selatan bersama Ketua DMI Jusuf Kalla meluncurkan gerakan penyemprotan mandiri sekaligus seruan dari masjid. Kita bayangkan kalau seruan ini datang masjid, gereja, pura, wihara, kampus, puskesmas, maka kesadaran masyarakat akan tumbuh," bebernya.

Baca Juga: Hari Ini, Kasus Baru Positif Corona di Jakarta Capai 361 Orang 

Apalagi, kata JK, di Indonesia ada ribuan ormas, ratusan ribu tempat ibadah, puskesmas, kampus dan lainnya. Jika dimanfaatkan untuk membangun gerakan masyarakat maka akan sangat membantu memerangi corona.

"Kalau dikerjakan sama-sama rasanya penyakit bisa terkelola dan bisa perlahan ketika tiba masanya vaksin ditemukan bisa terkendali," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini