Gugus Tugas Sebut Kasus Baru Positif Corona Berasal dari Perkantoran

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 20 Juli 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 337 2249277 gugus-tugas-sebut-kasus-baru-konfirmasi-positif-corona-berasal-dari-perkantoran-NBu09gk0DH.jpg Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto (foto: Dok Gugus Tugas Covid-19)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, masih tingginya kasus baru konfirmasi positif Covid-19 lantaran banyak berasal dari aktifitas perkantoran.

“Dalam satu minggu terkahir kemarin kita lihat penambahan kasus konformasi positif (Covid-19) banyak kita yakini kontak tracingnya berasal dari aktifitas perkantoran,” kata Yuri dalam siaran pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (20/7/2020).

 Baca juga: Kasus Positif Corona Bertambah 1.693, DKI Jadi Penyumbang Terbanyak

Dia mengakui, saat awal masa pandemi Covid-19 aktivitas perkantoran sempat dipindahkan ke rumah. Namun di era kebiasaan baru ini aktivitas pun kembali.

Karena itu, menurut Yuri bagi perkantoran yang sudah berkegiatan kembali harus mematuhi protokol kesehatan yang ada. Mulai dari memperhatikan sirkulasi ruangan hingga peserta rapat agar dibatasi jumlah kehadirannya.

“Salah satu kami perhatikan adalah penyelenggaraan rapat atau di ruang rapat di perkantoran, kami mengingatkan sekali lagi bahwa aktivitas ini kalaupun dilaksanakan maka di ruangan yang memiliki sirkulasi yang cukup baik. Jika diperlukan laksankana rapat di pagi hari buka semua jendela sehingga diyakini bahwa sirkulasi udara akan bergerak dengan baik matikan sementara ac dan pastikan udara bergerak,” jelas Yuri.

 Baca juga: 7 Provinsi Laporkan Nihil Penambahan Kasus Covid-19 Hari Ini

Kemudian, lanjut dia, batasi kapasitas ruangan. Jika memang harus diikuti banyak, maka sebagian harus diikuti dengan ruang lain dengan menggunakan metode daring.

“Agar kita bisa memastikan bahwa ruang terbatas masih memberikan kesempatan bagi siapa saja menjaga jarak,” tuturnya.

Selain itu, Yuri ini menghimbau agar waktu rapat tidak lebih dari 30 menit. Lalu saat rapat diharapkan tidak ada sajian baik makan ataupun minum yang membuat peserta harus membuka masker.

“Ini adapatasi kebiasaan baru dalam perkantoran, yakinkan pengelola perkantoran menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama. Misalnya lift, toilet, tangga agar siapapun yang menggunakan ini bisa menjaga jarak dengan baik dan secara selektif hanya orang berkegiatan sehat yang melakukan kegiatan di kantor,” tutup Yuri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini