Usut Kasus Maria Pauline, Bareskrim Polri Bakal Panggil 3 Petinggi Bank

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 20 Juli 2020 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 337 2249155 usut-kasus-maria-pauline-bareskrim-polri-bakal-panggil-3-petinggi-bank-lQASKCvP2B.JPG Maria Pauline Lumowa. (Sindonews/Yorri Farli)

JAKARTA – Mabes Polri akan memeriksa 8 saksi baru untuk mendalami kasus pembuatan letter of credit atau L/C fiktif dengan tersangka Maria Pauline Lumowa.

Delapan sanksi tersebut tiga di antaranya petinggi bank. Sebelumnya, penyidik juga memeriksa Direktur PT Gramarindo Mega Indonesia Ollah Abdul Agam.

"Kami berencana kembali memanggil 8 orang lagi terkait kasus ini. Kepastian untuk memanggil kedelapan orang ini, setelah kami memeriksa Direktur PT Gramarindo Mega Indonesia Ollah Abdul Agam. Dan untuk memperdalam peranan MPL sebagai pemenuhan salah satu unsur Pasal 2 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Senin (20/7/2020).

Kedelapan orang yang akan dipanggil itu adalah lain Ttk, RK, ES, KS, pimpinan Citibank Pondok Indah, pimpinan Bank Amro Pondok Indah, dan pimpinan American Bank Pondok Indah.

"Mereka akan kami periksa secara maraton mulai hari ini, Senin hingga Rabu mendatang," ujar Argo.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya ini menyatakan, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait perpanjangan penahanan Maria Pauline Lumowa.

Selain itu, penyidik Bareskrim Polri akan membahas pemenuhan syarat formil dan materiil berkas serta berkonsultasi dengan ahli tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri juga telah memeriksa 11 orang saksi untuk mendalami peran Maria Pauline Lumowa dalam kasus pembobolan Bank BNI yang terjadi pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Baca Juga : Pembobol Bank BNI Rp1,7 Triliun Maria Lumowa Menolak Diperiksa Polisi

"Kita telah melaksanakan (pemeriksaan) kurang lebih 11 orang saksi yang juga merupakan terpidana terhadap kasus pembobolan Bank BNI sebelumnya," ujar Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, pada Jumat 10 Juli 2020.

Ia mengatakan, pihaknya juga berencana kembali memeriksa sejumlah saksi lainnya guna memperkuat peran dan keterlibatan Maria dalam kasus pembobolan bank tersebut. Termasuk juga melakukan penelusuran aset terhadap aliran dana yang diterima Maria.

Baca Juga : Bareskrim Sita Aset Pembobol Bank Maria Pauline Lumowa Rp132 Miliar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini