Share

Deretan Karya Sapardi Djoko Damono: Yang Fana Adalah Waktu hingga Kuhentikan Hujan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 19 Juli 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 337 2248754 deretan-karya-sapardi-djoko-darmono-yang-fana-adalah-waktu-hingga-kuhentikan-hujan-Wcjua11KeL.jpg foto: Okezone

JAKARTA – Dunia sastra Indonesia kembali berduka. Penyair kenamaan Indonesia Sapardi Djoko Damono tutup usia pada Minggu (19/7/2020).

Sastrawan berusia 80 tahun itu meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan, pada pagi tadi sekiranya pukul 09.17 WIB, setelah menderita sakit selama beberapa bulan sebelumnya.

Pujangga yang biasa dipanggil SDD ini, dikenal dengan deretan puisi dan karya-karyanya seperti buku “Duka-Mu Abadi”. 

Sapardi Djoko Damono juga pernah meraih sederet penghargaan di dalam dan di luar negeri termasuk Cultural Award dari Australian Cultural Counsil dan Satyalencana Kebudayaan dari Presiden RI.

Selain itu, masih banyak karya yang dihasilkan oleh mantan Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia ( UI) ini. Untuk mengingatnya kembali Okezone mencoba menampilkan beberapa karya Sapardi Djoko Damono:

1. Yang Fana Adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi

Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”tanyamu.

Kita abadi.

2. Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

 

Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

 

3. Kuhentikan Hujan

Kuhentikan hujan

Kini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan.

Ada yang berdenyut dalam diriku

Menembus tanah basah;

Dendam yang dihamilkan hujan dan cahaya matahari.

Tak bisa kuhentikan matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga.

Selamat jalan sang pujangga. Semua karyamu akan selalu dikenang bagi dunia sastra Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini