Puan Resmikan Monumen Soekarno di Aljazair

Abdul Rochim, Koran SI · Sabtu 18 Juli 2020 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 337 2248566 puan-resmikan-monumen-soekarno-di-aljazair-rgHazeinkT.jpg Ketua DPR RI Puan Maharani

JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani meresmikan Monumen Soekarno di Kota Aljir, ibu kota Aljazair, Sabtu (18/7/2020). Cucu Bung Karno ini berharap keberadaan monumen tersebut semakin mempererat hubungan RI dengan negara di kawasan Afrika.

“Saya berharap Monumen Soekarno ini menjadi pengingat bagi kita semua atas kuatnya semangat dan persahabatan yang dimiliki Indonesia dengan Aljazair di sepanjang sejarah kedua negara kita,” ujar putri Megawati Soekarnoputri ini dalam keterangan tertulis.

Peresmian Monumen Soekarno berlangsung pukul 10 pagi waktu setempat. Hadir di lokasi acara Menteri Luar Negeri Aljazair Sabri Boukadoum, Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Gubernur Provinsi Aljir Youcef Cherfa, Presiden Indonesia-Algeria Friendship Group of the Algerian Parliament Lakhdar Brahimi, serta Perwakilan PT WIKA dan Pertamina yang membangun monumen tersebut.

Sementara Puan yang mewakili keluarga, menyampaikan sambutan secara daring dari kediaman dinas ketua DPR di Jakarta.

“Mohon maaf saya tidak dapat hadir secara fisik di Aljazair karena adanya batasan perjalanan internasional akibat Pandemi Covid-19,” ungkap Puan yang memberikan sambutan dalam bahasa Inggris. Ia berharap nantinya akan dapat datang ke Aljazair untuk menyaksikan sendiri Monumen Soekarno sebagai simbol dari kuatnya persahabatan Indonesia dengan Aljazair.

Menurut Puan, sejarah RI-Aljazair tak bisa dilepaskan dari sosok Bung Karno yang sejak awal mendukung kemerdekaan Aljazair hingga negara di kawasan Maghribi itu merdeka pada 1962.

“Pada tahun 1955 di Bandung, Presiden Soekarno mengundang delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan Aljazair untuk turut berpartisipasi dalam Konferensi Asia-Afrika. Saat itu Indonesia sebagai negara baru berumur 10 tahun, dan Aljazair masih memperjuangkan kemerdekaannya,” tuturnya.

Monumen Soekarno di Aljazair (Foto : Ist)

Sekarang, Indonesia menjadi negara terbesar di Asia Tenggara sedangkan Aljazair menjadi negara terbesar di Afrika. Puan berharap sejarah masa lalu itu bisa menjadi modal untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara kita, juga bagi dunia.

Nama Soekarno sangat terkenal di Aljazair karena dianggap sangat berjasa menyokong kemerdekaan negara tersebut. Seperti ditulis Historia, selain turut mengundang (delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan) Aljazair, tahun 1956 pemerintah Indonesia membuka (kantor) perwakilan FNL (Front de Libération Nationale) di Jakarta (Jalan Serang, Menteng, Jakarta).

Baca Juga : Pacar Editor Metro TV Diduga Berbohong, Polisi Cocokkan dengan Beberapa bukti

Namun, menurut Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, belum ada simbol Soekarno di Aljazair. Karenanya, pihak Kedubes RI menginisiasi pembangunan Monumen Soekarno sejak 2016. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Duta Besar Safira Machrusah dan seluruh stafnya atas kerja kerasnya dalam menginisiasi pembangunan Monumen Soekarno ini,” ungkap Puan.

Tak lupa, Puan Maharani mengucapkan terima kasih secara kepada Pemerintah Aljazair dan Pemerintah Provinsi Aljir atas sambutan hangat dan bantuannya dalam pendirian Monumen Soekarno.

Monumen Soekarno terdiri dari taman dan patung setengah badan Soekarno yang terletak di tengah-tengah ibukota Aljazair. Lokasinya berada di bundaran simpang Jalan Mustapha Khalef Ben Aknoun dan Chemin Arezki Mouri di Kota Aljir.

Desain monumen dibuat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ridwan Kamil yang telah merancang taman tempat patung Soekarno didirikan," tutur Puan.

Puan memberi penghargaan tinggi kepada pematung Dolorosa Sinaga yang membangun patung Soekarno untuk monumen ini. “Patung Bung Karno dibuat dari berbagai lempengan logam secara terpisah yang disusun secara tiga dimensi, membentuk satu kesatuan gambar Bung Karno dengan kesan yang kuat. Teknik itu mengingatkan kita akan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Pembangunan monumen ini disokong PT Pertamina dan PT Wijaya Karya. Pengerjaannya dilakukan sejak groundbreaking pada 16 Februari 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini