Dokter Reisa: Mempersulit Pemakaman Covid-19 Dapat Dipidana!

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 17 Juli 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 337 2248063 dokter-reisa-mempersulit-pemakaman-covid-19-dapat-dipidana-i19mx37lbt.jpg Pemakaman jenazah Covid-19 (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi penolakan terhadap jenazah Covid-19.

“Jangan melakukan aksi penolakan terhadap pemakaman jenazah penderita Covid-19. Apalagi sampai membuat kerumunan orang di jalan,” kata Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Pasalnya, kata Reisa, bukan jenazah yang nantinya akan menjadi sumber penularan namun kerumunan inilah yang justru berpotensi menjadi tempat penyebaran virus Covid-19.

 Baca juga: Dokter Reisa Ungkap Kriteria Pemulasaran Jenazah Covid-19

Sementara itu, untuk keluarga Covid-19 yang meninggal dunia diminta menyerahkan penanganan kepada petugas.

 Baca juga: Bertambah 1.462 Orang, Yuri Sebut Ada 2 Kriteria Tetapkan Konfirmasi Positif Covid-19

“Percayalah mereka sudah terlatih dan sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri yang direkomendasikan oleh Kemenkes,” tegas Reisa.

Reisa mengatakan, untuk menghindari kerumunan disarankan agar keluarga yang hendak melayat tidak lebih dari 30 orang.

“Pertimbangan ini adalah untuk mencegah penyebaran antara pelayat. Dan sekali lagi bukan jenazah yang telah dipersiapkan oleh petugas kesehatan yang dapat mengeluarkan, tapi kerumunan yang dapat menjadi resiko sumber penularan baru,” sambungnya.

Ia juga menyarankan setelah diberangkatkan ke rumah sakit, jenazah hendaknya langsung menuju lokasi penguburan atau crematorium untuk dimakamkan atau dikremasi.

“Sangat tidak dianjurkan untuk disemayamkan lagi baik di rumah atau di tempat ibadah lainnya,” kata Reisa.

Reisa pun menegaskan, yang menolak jenazah Covid-19 untuk dimakamkan akan dipidana.

“Sesuai dengan aturan-aturan, jelas bahwa hukum di Indonesia mengatur mengenai penolakan pemakaman jenazah Covid-19. Barangsiapa yang menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19, sehingga merintangi dan atau mempersulit proses pemakaman tersebut dapat dipidana,” tegasnya.

Bahkan, para pejabat atau aparat penegak hukum bisa melakukan tindakan hukum bagi para penolak jenazah Covid-19.

“Untuk mewujudkan amanat dari isi aturan tersebut pejabat atau aparat hukum yang memiliki kewenangan dalam menindak para penolakan jenazah, harus berani mengambil langkah yang tegas kepada para penolak jenazah tersebut,” kata Reisa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini