Pemerintah Sosialisasikan Revisi Kelima Buku Pedoman Penanggulangan Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 17 Juli 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 337 2248042 pemerintah-sosialisasikan-revisi-kelima-buku-pedoman-penanggulangan-covid-19-IX6XMc0103.jpg Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto (foto: Dok Gugus Tugas Covid-19)

JAKARTA - Pemerintah terus melakukan sosialisasi revisi kelima buku pedoman penanggulangan Covid-19, kepada otoritas kesehatan di daerah beserta tenaga kesehatan. Hal itu perlu dilakukan demi menyeragamkan penggunaan istilah penanganan virus corona.

Diketahui, beberapa istilah terkait penanganan Covid-19 telah diubah dalam revisi kelima buku pedoman tersebut, misalnya saja penghilangan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dua diksi tersebut diganti menggunakan sebutan kasus suspek.

"Dalam waktu dua hari ini kami melakukan kegiatan sosialisasi revisi kelima buku penanggulangan Covid-19. Dalam dua kali kegiatan per hari, pagi dan siang dan diikuti dinkes provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, Puskesmas dan nakes," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto, Jumat (17/7/2020).

 Baca juga: 6 Provinsi Tak Alami Penambahan Kasus Positif Corona per 17 Juli

Dikatakan dia, kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan sampai pekan depan. Dengan demikian upaya penanggulangan virus corona di seluruh daerah dapat seirama. Adapun buku pedoman yang disosialisasikan ini mengacu pada perkembangan global.

"Kami sadari beberapa istilah dirasakan baru, masih belum dipahami. Buku pedoman ini untuk nakes, faskes, dinkes dan pihak terkait penanggulangan covid. Kami akan berusaha memahaminya, dan dinkes memahaminya dan untuk dikomunikasikan ke masyarakat," jelas Yurianto.

 Baca juga: Provinsi Penyumbang Corona Terbanyak Hari Ini: Jatim, DKI dan Jateng 

Sebagaimana diketahui, pemerintah, Jumat (17/7/2020) mencatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif corona sebanyak 1.462 orang. Dengan demikian, total pasien yang terinfeksi virus ini sebanyak 83.130 orang.

Untuk jumlah pasien sembuh juga terjadi penambahan sebanyak 1.489 orang, sehingga totalnya menjadi 41.834 orang. Pasien meninggal totalnya menjadi 3.957 orang setelah mengalami penambahan sebanyak 84 orang.

Pemerintah juga telah menghilangkan sebutan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Istilah tersebut diganti dengan sebutan kasus suspek Covid-19. Hingga hari ini ada 46.493 orang yang masuk kategori suspek Covid-19. Virus corona telah menyebar di 34 provinsi dan 464 kabupaten/kota.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini