Pandemi Covid-19, KLHK: Aktivitas Kehutanan Justru Meningkat

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 16 Juli 2020 21:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 337 2247645 pandemi-covid-19-klhk-aktivitas-kehutanan-justru-meningkat-Hw26K1OHs2.JPG Ilustrasi (Dok. okezone)

BOGOR - Pandemi Covid-19 hampir melumpuhkan segala sektor ekonomi di Indonesia. Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa gejolak ekonomi itu tak hanya berlaku di Indonesia namun di seuruh dunia.

Namun aktivitas kehutanan di Indonesia nampaknya tak terlalu terpengaruh oleh Pandemi Covid-19. Beberapa aktivitas kehutanan seperti ekowisata dan ekspor kayu justru meningkat saat Pandemi Covid-19.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo mengingatkan akan pentingnya pemulihan lingkungan saat Pandemi Covid-19

Demikian pula pemanfaatan berbagai lokasi di Pulau Jawa dengan sangat banyak pemandangan yang indah, dan aksesibilitas jalan yang bagus untuk menjadi produktif membantu masyarakat.

Kombinasi kerja hutan sosial, produktivitas masyarakat dengan ekowisata dan industri kayu putih hutan sosial menjadi langkah yang positif. Sejalan dengan itu, upaya pemulihan lingkungan dengan rehabilitasi lahan terus dilakukan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK Bambang Hendroyono, menjelaskan KLHK telah melakukan cara kerja baru dalam mengelola hutan produksi secara lestari.

Baca Juga: Masa Transisi Covid-19, Menteri LHK Minta Wisatawan Jangan Rusak Alam saat Berwisata

Pengelolaan hutan produksi dilakukan dengan pendekatan landscape, kemudian analisis spasial untuk melihat area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konflik tenurial, dan mengintegrasikan sektor produksi di hulu dengan industri di hilirnya.

Ketika ditemukan masalah di lapangan, secepatnya untuk menemukan solusi. Terakhir adalah integrasi program baik untuk industri di hulu dan hilir, serta untuk pasar.

Selain itu, ekspor produk industri kehutanan turun hingga ke level minus 8,3% pada periode Januari-Mei 2020, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi kemudian mengalami perbaikan secara signifikan menjadi minus 5% pada penilaian periode Januari-Juni tahun ini.

“Angka tersebut menunjukkan peningkatan kinerja ekspor produk kehutanan sebesar 3,3% sejak Juni tahun ini, yang merupakan pencapaian positif di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” ujar Bambang Hendroyono.

Sementara itu kinerja sektor hulu kehutanan di masa pandemi Covid 19 untuk produksi kayu bulat hutan alam periode Januari – Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 3,90% dibanding periode yang sama Tahun 2019. Di sisi lain, produksi kayu bulat hutan tanaman justru meningkat sebesar 21,50%.

Sementara Ketua umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, Indroyono Soesilo yang hadir juga sebagai narasumber memaparkan tantangan kinerja sektor kehutanan pada tahun 2020. Menurutnya, Pandemi COVID-19 yang terjadi hingga saat ini telah memberikan tekanan terhadap kinerja sektor usaha kehutanan.

Indroyono memaparkan nilai ekspor produk kayu bersertifikat legal meningkat dari USD 9,84 Milyar pada tahun 2015, USD 9,2 Milyar tahun 2016, USD 10,9 Milyar tahun 2017, USD 12,1 Milyar tahun 2018. Namun pada tahun 2019, nilai ekspor menurun sebesar 4% dari tahun sebelumnya menjadi hanya USD 11,6 Milyar pada akhir tahun 2019.

Terdapat 5 negara terbesar tujuan ekspor kayu olahan Indonesia. Negara tersebut secara berurutan peringkatnya adalah Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, serta Korea Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini