Pemerintah Berupaya Turunkan Stunting di Tengah Pandemi Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 16 Juli 2020 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 337 2247640 pemerintah-berupaya-turunkan-stunting-di-tengah-pandemi-covid-19-5OCmnKQ4Uy.jpg ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mengakselerasi penurunan angka stunting bagi anak-anak balita di tengah pandemi Covid-19 dan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pemerintah akan terus melakukan sosialisasi terkait bahaya stunting agar bisa dimengerti oleh masyarakat. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Widodo Muktiyo menyebutkan stunting merupakan bagian dari program nasional agar generasi penerus bangsa bisa lebih baik.

"Jangan sampai di tengah Covid-19 kita abai dengan persoalan stunting. Bagaimana kita mengupayakan ada kesadaran baru buat ibu-ibu muda di tengah kebiasaan baru ini tetap memperhatikan itu (stunting)," ujar Widodo dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Ia mengatakan, secara sosiologis selama pandemi ini terdapat permasalahan di masyarakat berupa problematika sosial seperti angka kekerasan di rumah tangga yang meningkat akibat kebijakan stay at home.

"Tantangan besar kita hari ini adalah bagaimana menyikapi stunting dalam situasi masyarakat produktif tapi aman Covid-19. Dalam diseminasi kita juga perlu membutuhkan strategi-strategi yang dimungkinkan bisa efektif menurunkan angka stunting dan aman Covid-19," ujarnya.

Stunting adalah kekurangan gizi kronik pada anak yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan yang mengakibatkan kondisi gagal tumbuh. Standar untuk angka stunting berdasarkan aturan WHO yakni dibawah 20 persen.

Baca Juga : Kota Sorong Terkepung Banjir, Pasien di RSAL Dievakuasi

Baca Juga : Tubagus Chaeri Wardana Divonis 4 Tahun Penjara

Indonesia tercatat mengalami penurunan angka stunting yang signifikan, turun di angka 27, 6 persen. Presiden Jokowi menargetkan di tahun 2024 mendatang angka prevalensi stunting turun menjadi 14 persen.

Isu stunting menjadi penting karena Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2030. Di mana jumlah penduduk produktif jauh lebih besar dari pada jumlah penduduk tua dan anak-anak. Kelompok usia inilah akan menjadi lokomotif banyak perubahan baik dan beragam kemajuan di berbagai bidang. Kominfo terus mengampanyekan gerakan hidup sehat di masa pandemi covid-19. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi Anak Sehat. Terobosan ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mewujudkan pola hidup sehat. (aky)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini