Usut Korupsi Izin Tambang di Konawe Utara, KPK Periksa Bos Harita Group

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 16 Juli 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 337 2247290 usut-korupsi-izin-tambang-di-konawe-utara-kpk-periksa-bos-harita-group-VcZN1q5CqT.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta izin usaha pertambangan operasi produksi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, tahun 2007 - 2014. Pengusutan itu ditandai dengan adanya pemanggilan terhadap saksi.

Sejalan dengan itu, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Owner Harita Group, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dalam kapasitasnya sebagai saksi. Pemilik perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam itu bakal diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman (ASW).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASW," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2020).

Selain Lim Hariyanto, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Arif Kurniawan selaku karyawan PT Dua Delapan Resources. Sedianya, Arif juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Aswad Sulaiman.

Diketahui sebelumnya, Mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin tambang di wilayahnya. Aswad diduga merugikan negara hingga Rp2,7 triliun.

Baca Juga : DPR Sebut Tanda-Tanda Virus Corona Belum Berakhir

Baca Juga : Kecelakaan Pesawat Pengintai Tewaskan Tujuh Polisi Turki

Dalam kerugian negara yang sebanding dengan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tersebut, Aswad diduga telah menguntungkan delapan perusahaan tambang lewat pemberian kuasa perizinan pertambangan.

Dimana, Aswad telah memuluskan SK (Surat Keputusan) kuasa pertambangan eksplorasi kepada delapan perusahaan itu. Dari proses tersebut, Aswad pun mendapatkan imbalan uang dugaan suap sebesar Rp13 miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini