Pelanggar Protokol Kesehatan Dinilai Perlu Disanksi untuk Turunkan Kasus Corona

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 16 Juli 2020 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 337 2247132 pelanggar-protokol-kesehatan-dinilai-perlu-disanksi-untuk-turunkan-kasus-corona-tk3oJluDfU.jfif Masyarakat menggunakan masker untuk menghindari penularan corona. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Jumlah kasus baru pasien positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Tercatat hingga Rabu 15 Juli 2020, total secara nasional ada 80.094 orang dinyatakan positif virus Corona.

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menyarankan pemerintah membuat aturan tegas dalam menekan penyebaran Covid-19 ini, seperti memberikan denda bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Itu karena menurutnya, masyarakat tak bisa lagi diberikan edukasi. Harus diberikan efek jera agar mereka tidak melanggar protokol itu.

"Untuk masyarakat, saya sih harus kembali mengatakan sudahlah masyarakat enggak bisa diedukasi. Jadi harus didenda dan harus ada efek jera," kata Syahrizal saat dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Dia pun mencontohkan pemerintah Inggris sudah menerapkan sanksi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan saat masa pandemi Covid-19.

Menurut Syahrizal, sanksi denda bisa membantu untuk menekan angka kasus baru Covid-19 di Indonesia. Karena menurutnya, jika hal itu tidak dilakukan, kasus baru corona akan muncul setiap harinya lantaran masyarakat yang abai mematuhi aturan ini.

"Jadi kita denda ajalah, sudah capek mengedukasi masyarakat bandel. Ya biar turun kalau enggak, kita selesai selesai lama sekali," tuturnya.

Baca Juga : 17 ART di Secapa AD Jalani Tes Swab dan Isolasi Mandiri

Sebagaimana diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 atau virus corona di Indonesia terus meningkat. Pada hari Rabu 5 Juli 2020 pasien positif bertambah 1.522 dan total keseluruhan positif corona menjadi 80.094.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 39.050 orang, setelah mengalami penambahan sebanyak 1.414 orang. Untuk pasien yang meninggal dunia juga bertambah sebanyak 87 orang, sehingga totalnya menjadi 3.797 orang.

Baca Juga : Terdampak Pandemi Corona, Pedagang Kopi Keliling Curi Motor untuk Biaya Anak Masuk PAUD

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini