Gugus Tugas Ingin Pemeriksaan 30 Ribu Spesimen Covid-19 per Hari Tercapai

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 15 Juli 2020 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 337 2246984 gugus-tugas-ingin-pemeriksaan-30-ribu-spesimen-covid-19-per-hari-tercapai-LxN4ddrwic.jpeg Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro (foto: Dok Gugus Tugas Covid-19)

JAKARTA - Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menegaskan, bahwa Gugus Tugas berambisi mencapai target pemeriksaan 30 ribu spesimen per hari untuk temukan kasus positif Covid-19 di tengah masyarakat. Ini sesuai juga dengan arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu untuk menaikkan pemeriksaan spesimen.

“Gugus Tugas berambisi untuk tercapainya 30.000 pemeriksaan per harinya,” kata Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (15/7/2020).

 Baca juga: Update Corona di Indonesia 15 Juli 2020: Positif 80.094 Orang, Sembuh 39.050 & Meninggal 3.797 

Penambahan ini juga akan sejalan dengan ditambahnya laboratorium penguji, piranti lunak hingga sumber daya manusia atau tenaga ahlinya.

“Bukan saja dengan menambah laboratorium penguji. Namun juga memastikan piranti lunak dan sumber daya manusianya sama siapnya. Jadi hardware atau mesin ditambah software teknologinya dan ditambah brainware tenaga ahlinya,” kata Reisa.

 Baca juga: Berikut Sebaran 80.094 Kasus Covid-19 di 34 Provinsi

Selain itu, Reisa mengatakan, bahwa kenaikan konfirmasi kasus beberapa hari ini juga menunjukkan aktivitas tracing yang meningkat.

“Terima kasih kepada semua tenaga kesehatan dari pusat sampai daerah yang tanpa lelah selalu giat aktif menelusuri kontak dan riwayat kasus,” katanya.

Sedangkan treatment atau perawatan, kata Reisa sudah lebih dulu menunjukkan kemajuan. “Dengan semakin menurunnya bed occupancy rasio sampai ke kisaran 50 persen yang berarti menunjukkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Terutama rumah sakit rujukan masih sangat tersedia. Isolasi mandiri sudah jadi pilihan ribuan orang yang sudah paham bahwa dirinya membawa virus. Meski mereka tetap terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini