ATVSI Minta Pemerintah Pertimbangkan Secara Matang Digitalisasi Penyiaran

Felldy Utama, iNews · Rabu 15 Juli 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 337 2246864 atvsi-digitalisasi-penyiaran-butuh-landasan-hukum-yang-jelas-fbFExtmNjv.jpg Ketua Umum ATVSI, Syafril Nasution (Foto: iNews/Felldy)

JAKARTA - Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan dengan matang rencana pemerintah untuk melakukan proses digitalisasi di bidang penyiaran. Salah satu yang ditekankan yakni adanya landasan hukum yang jelas guna mengatur digitalisasi penyiaran tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum ATVSI, Syafril Nasution dalam seminar Fraksi PPP bertajuk 'Menyoal Regulasi dan Digitalisasi Penyiaran dalam Omnibus Law'. Seminar tersebut digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

"Kami mengharapkan kepada pemerintah maupun kepada tentunya komisi I DPR yang membidangi bidang penyiaran ini bahwa untuk digital ini perlu ada suatu landasan hukum yang jelas dulu, baru kita bisa beralih kepada digital," kata Syafril.

Tak hanya itu, dia juga meminta agar pemerintah memberikan kepastian mengenai kelangsungan usaha penyiaran yang sudah ada saat ini bisa tetap eksis jika nantinya digitalisasi penyiaran itu sudah diberlakukan.

Apalagi, kata dia, investasi yang dikeluarkan oleh industri penyiaraan saat ini sudah begitu besar. Selain itu, jumlah tenaga kerja yang diserap oleh indsustri penyiaran televisi ini juga begitu banyak.

Baca Juga: Industri TV Alami Penurunan Pendapatan hingga 45% Imbas Pandemi Covid-19

"Jadi ini memang tidak hanya seperti membalik tangan saja berpindah dari analog menjadi digital ini," ujarnya.

Syafril melanjutkan, catatan penting yang perlu diperhatikan pemerintah yakni iklim kompetisi di dalam industri penyiaran tersebut. Kalau bicara digital, katanya, bisa saja orang tidak mempunyai fasilitas dan tidak ikut berinvestasi besar sudah bisa menjadi lembaga penyiaran karena ada sistem sewa mux yang dalam konsep ini siapapun bisa menyewa mux tersebut.

"Sehingga kalau dia hanya seorang PH tanpa ada investasi yang besar sebagaimana sudah dikeluarkan oleh para investor dia sudah bisa bersiaran. Dan ini kan suatu hal yang perlu dipertimbangkan mengenai keseimbangan daripada iklim kompetisi daripada televisi tadi," pungkasnya.

(fmi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini