Epidemiolog Nilai Kasus Baru Corona Terus Bertambah karena Banyaknya Spesimen Diperiksa

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 15 Juli 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 337 2246532 epidemiolog-nilai-kasus-baru-corona-terus-bertambah-karena-banyaknya-spesimen-diperiksa-v93MHO4oW5.jpg Tes swab massal di Surabaya. (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA – Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengatakan, masih tingginya kasus baru Covid-19 di Indonesia dikarenakan masifnya pemeriksaan spesimen.

"Saat ini pemeriksaan spesimen bertambah baik," kata Syahrizal kepada Okezone di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Diketahui jumlah kasus terkait virus corona pada 14 Juli 2020 kembali bertambah. Kasus pasien positif terpapar virus corona dilaporkan bertambah 1.591 orang, sehingga total menjadi 78.572 orang.

Menurutnya, penambahan kasus baru Covid-19 di angka 1.200 sampai 1.600 adalah hal wajar. Pasalnya, kata Syahrizal, angka pasien suspek (orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan) mencapai 50.000.

"Kalau semuanya bisa diperiksa hari ini dan dapat hasilnya angka 5.000-an," tuturnya.

Di samping itu, memasuki masa transisi atau fase new normal ini, menurutnya, pengawasan terhadap tempat yang rentan menjadi klaster penularan Covid-19 harus dilakukan.

Mulai dari kelompok RT/RW, perkantoran, hingga pesantren. Menurutnya ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Baca Juga : Indonesia Produksi Alat Rapid Test dengan Akurasi di Atas 90%

"Kita masuk ke transisi jadi yang harus fokus itu. Lakukan (pengawasan) pada kelompok kecil, lakukan saja pada kelompok RT/RW, lalu klaster kantor atau pesantren itu yang harus diperketat. Kan di situ ada sumber penularan, tapi harus ketat," tuturnya.

Baca Juga : Indonesia Gandeng China dan Korsel Kembangkan Vaksin Covid-19

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini