Pandemi Covid-19, Pemerintah Janji 2022 Seluruh Indonesia Terhubung Secara Daring

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 14 Juli 2020 23:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 337 2246435 pandemi-covid-19-pemerintah-janji-2022-seluruh-indonesia-terhubung-secara-daring-2Usps41p59.jpg Siswa di Maros kesulitan akses internet untuk sekolah daring (Foto: Okezone)

BOGOR - Pandemi Covid-19 membuat kegiatan dan komunikasi masyarakat mengandalkan sistem online atau daring. Namun, beberapa daerah di pelosok, masih kesulitan akses internet.

Contohnya, para siswa dan mahasiswa di Dusun Malaka, Desa Cenrana Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terpaksa mencari lokasi tinggi untuk dapat mengakses jaringan internet.

Para siswa dan mahasiswa di Dusun Malaka, Desa Cenrana Baru/ Kecamatan Cennrana, harus naik ke pegunungan yang berjarak 2 kilometer, dari perkampungan warga untuk mencari jaringan internet.

Di sebuah tanah lapang yang berada di dataran tinggi di pelosok Desa Cenrana, para pelajar dan mahasiswa belajar bersama-sama secara online.

Menjawab cerita itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah akan menyiapkan ekosistem digital untuk meningkatkan pelayanan publik. Salah satu caranya dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur digital.

Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Dwi Anggono mengatakan, saat ini infrastuktur digital masih belum merata di seluruh Indonesia.

“Dari data yang ada di Kominfo, 12.548 desa di seluruh Indonesia belum bisa akses internet 4G. Ini menjadi tantangan sendiri. Karena itu, Kominfo sesuai arahan Presiden diberi target untuk memastikan seluruh desa bisa terkoneksi internet 4G pada 2022," jelasnya.

"Jadi, dua tahun lagi seluruh desa di Indonesia sudah terhubung sinyal 4G,” kata Bambang dalam diskusi “Disrupsi Digital untuk Pelayanan Publik”, Selasa (14/7/2020).

Di lain pihak, Direktur Operasi Kartu Prakerja Hengki Sihombing mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19, pelayanan publik secara digital lewat Program Prakerja sudah mencapai 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Selama ini ada anggapan, warga yang tinggal di Indonesia Timur ada masalah dengan koneksi internet. Namun, berdasarkan data yang kami punya, pendaftar Kartu Pra Kerja itu berasal dari semua 514 kabupaten/kota. Ini merupakan langkah awal pemerintah untuk memberikan pelayanan ke seluruh Indonesia,” ujar Hengki dalam diskusi yang sama.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini