Pasar Youtefa Papua Jadi Klaster Penularan Terbesar Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 14 Juli 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 337 2245925 pasar-youtefa-papua-jadi-klaster-penularan-terbesar-covid-19-Y8xV4mFNE9.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat klaster penyebaran Covid-19 terbesar terjadi di Pasar Youtefa, Papua. Sebanyak 115 pedagang terkonfirmasi positif Covid-19.

Aktivitas perekonomian di Pasar Youtefa tersebut telah ditutup selama tiga hari sejak Minggu 12 Juli 2020 lalu guna mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

"Hingga 10 Juli 2020 Pasar Youtefa (tambahan) ada 115 kasus," kata Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan saat menyampaikan data penularan pedagang di Indonesia kepada Okezone, Selasa (14/7/2020).

Setelah Pasar Youtefa, IKAPPI juga mencatat klaster baru berlangsung di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dengan 41 kasus pedagang terpapar corona.

 Pasar

Saat ini, Pasar Cempaka Putih telah ditutup sementara selama tiga hari ke depan guna dilakukan sterilisasi untuk penyemprotan disinfektan.

Sebelumnya, IKAPPI mencatat sebanyak 1.053 pedagang di 190 pasar tradisional terpapar Covid-19 di Indonesia. Pedagang yang terjangkit Covid-19 itu berasal di 80 kabupaten/kota dan 26 provinsi.

Reynaldi menerangkan bahwa pada kurun waktu Juni 2020 ritme peningkatan teridentifikasi lebih tinggi di banding bulan sebelumnya, padahal protokol kesehatan terus digalakkan di pasar.

"Maka kami minta agar ada penguatan edukasi dan bahaya Covid-19 dan memperkuat keterlibatan serta peran pedagang dalam proses protokol kesehatan," ujar dia.

 

Menurut dia, ketidakpercayaan publik terhadap bahaya pandemi Covid-19 menjadi faktor utama peningkatan kasus di pasar.

IKAPPI, lanjutnya, mendorong agar penguatan terhadap protokol kesehatan di pasar dan edukasi terus digalakkan secara bersama-sama kepada pedagang dan pengunjung.

"Catatan lainnya ialah kami mendorong seluruh pasar tradisional di Indonesia, menggunakan skat plastik untuk menghindari komunikasi langsung antar pedagang dan pembeli. Ini yang paling efektif di banding kebijakan ganjil genap atau kebijakan pembatasan jam operasional," tukasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini