Erick Thohir Guyur Hadiah ke Petugas Kebersihan KRL Penemu Uang Rp500 Juta

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 13 Juli 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 337 2245525 erick-thohir-guyur-hadiah-ke-petugas-kebersihan-krl-penemu-uang-rp500-juta-A68WYLjpH5.jpg foto: Okezone

JAKARTA- Mujenih petugas kebersihan KRL dan Egi Sandi petugas pengawalan di KRL Commuterline mendapat hadiah dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Hadiah itu merupakan sebagai bentuk apresiasi atas sikap jujur dan disiplin yang dipraktikkan kedua petugas KRL tersebut.

(Baca juga: Uang Setengah Miliar Tak Silaukan Mata Mujenih Petugas Kebersihan KRL)

"Nanti saya secara pribadi juga, nanti bantu secara khusus. Jadi, Bapak dan Ibu bantu, kita Menteri juga harus bantu. Saya berharap ini menjadi tabungan karena dengan kondisi Covid-19 ini cukup lama, jadi bantuan yang kita lakukan ini saya rasa cukup bermanfaat bagi mas Egi dan mas Mujenih dan keluarga," ujar Erick saat memberikan sambutan dalam acara apresiasi petugas KRL, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Selain bantuan yang akan diberikan oleh Erick Thohir, Egi Sandi dan Mujenih juga menerima sejumlah hadiah dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan beragam bantuan lainnya dari perusahaan pelat merah.

Bantuan yang diperoleh berupa, Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan karyawan tetap PT Kereta Api Indonesia (KAI), handphone dan paket data selama satu tahun, bantuan rawat inap dan proteksi jiwa senilai Rp 100 juta, Rp 40 juta pengembangan premi, dan polis BNI life, dana investasi sejahtera dengan premi Rp 50 juta dan nilai pertanggungan Rp 500 juta, serta asuransi mandiri jiwa sejahtera dengan uang pertanggungan Rp 500 juta.

Menurut Erick, sikap jujur dan disiplin kedua petugas KRL merupakan representasi isu moral yang ada di Indonesia. Sikap itu, lanjut dia, sekaligus membantah adanya pertanyaan terkait moral anak bangsa saat ini.

Dia juga mencontohkan, bahwa apa yang terjadi di Jepang, di mana budaya disiplin dan kejujuran yang cukup membudaya bagi masyarakatnya, juga bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

"Isu moral ini dipertanyakan bahwa anak bangsa kita juga kedisiplinan dan akhlak yang baik, dan ini saya harapkan ke depan terus kita jaga. Yang terjadi di Jepang, kenapa di Indonesia tak bisa, apalagi kita negara muslim terbesar di dunia. Kali ini kita harapkan bahwa kunci yang kita lakukan setiap hari ini bisa menjadi hal yang positif bagi bangsa kita," pungkasnya.

Sebelumnya, dua petugas KRL menemukan uang Rp500 juta pada Senin 6 Juli 2020 sekitar pukul 16.40 WIB. Kala itu, petugas kebersihan kereta bernama Mujenih dan petugas pengawalan KRL Egi Sandi menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.

Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam bungkusan koran. Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan ke petugas Passenger Service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri.

Kemudian, bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL.

Setelah diperiksa bersama, uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah Rp500 juta. Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found.

Tak lama kemudian, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.

Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini