Pemerintah Diminta Waspadai Kasus Human Trafficking di Masa Pandemi Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 12 Juli 2020 22:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 337 2245288 pemerintah-diminta-waspadai-kasus-human-trafficking-di-masa-pandemi-covid-19-5AXqWSlSw1.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia, Hasan Afriadi atau kerap disapa Yadi, ditemukan tewas di kapal nelayan berbendera China Lu Huang Yuan Yu 118. Hal tersebut merupakan sinyal baru pelanggaran HAM, dengan adanya ekploitasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar wilayah RI.

Menanggapi hal itu, Wasekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Erwin Bachtiar mengatakan, dirinya turut berduka cita atas meninggalnya Hasan akibat kekerasan saat bertugas.

"Kami turut berduka cita atas wafatnya saudara Yadi, putra kader terbaik kami yang berasal dari Pesisir Barat, Lampung," kata Erwin dalam keterangannya, Minggu (12/7/2020).

Baca juga:  ABK WNI Tewas Diduga Disiksa di Kapal China, Jasadnya Disimpan di Freezer

Kata Erwin, Yadi meninggal akibat pemukulan dari sang kapten, dan langsung jatuh sakit. Yadi meninggal pada saat kapal melakukan operasi penangkapan cumi di perairan Argentina beberapa waktu lalu. Yadi direkrut dan dikirim oleh PT MTB, yang diketahui perusahaan yang tersangkut masalah serupa, yakni dugaan perdagangan orang untuk dipekerjakan di kapal China yang berujung penganiayaan.

"Peristiwa ini merupakan alarm bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih lagi dengan meningkatnya tingkat pengangguran sebagai dampak Pandemi Covid-19, berpotensi dimanfaatkan oleh oknum penyalur tenaga kerja illegal yang mengarah pada perdagangan, penyeludupan dan perbudakan tenaga kerja Indonesia," tegasnya.

Baca juga: Polri Usut Proses Keberangkatan ABK WNI di Kapal China 

Untuk mengantisipasi hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, sambung Erwin, pemerintah Indonesia harus meningkatkan pengawasan dan penindakan hukum terhadap oknum-oknum penyalur tenaga kerja illegal yang melakukan tindakan perdagangan orang.

"Pemerintah harus menghukum pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung, di dalam tindakan kekerasan yang membawa kematian kepada saudara Yadi, dan memberikan restitusi terhadap keluarga yang menjadi korban sesuai dengan hukum yang berlaku," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini