Jadi Klaster Covid-19, Pendidikan di Secapa Bandung Masih Berlangsung, Begini Kondisinya

CDB Yudistira, Okezone · Sabtu 11 Juli 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 337 2244888 jadi-klaster-covid-19-pendidikan-di-secapa-bandung-masih-berlangsung-begini-kondisinya-IdZVfB8rU2.jpg Foto: Sindonews.

BANDUNG - Seluruh anggota TNI dan keluarganya yang terkonfirmasi positif covid-19 dari klaster Secapa Bandung, dalam kondisi baik. Hal itu ditegaskan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa.

"Semuanya masuk dalam kategori ringan. Total yang di RS Dustira ada 30, saat ini sisa 17, lainnya di pulangkan (ke Secapa)" katanya saat menggelar konferensi pers, di Makodam III Siliwangi, Sabtu (11/7/2020).

Untuk anggota TNI lainnya, lanjut Andika, saat ini seluruhnya sudah berada di Secapa, untuk menjalani isolasi.

BACA JUGA: Sumbang Lebih dari Seribu Pasien Covid-19, Secapa TNI AD Ditutup

"Sisanya, yang saya jumpai barusan di Secapa, saya tanya satu persatu, saya ambil tiga random dan tidak ada koordinasi sama sekali, saya tanya 'Apa yang dirasakan sebenarnya?' yang dirasakan sama sekali tidak ada," ucapnya.

Para anggota TNI itu, lanjut Andika, saat ini proses pendidikan di Secapa, masih berjalan. Namun setiap kegiatan dilakukan pengawasan ketat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Kegiatan mereka masih berlanjut sesuai kurikulum, kebetulan mereka sudah selesai semua jadwal yang bersifat akademis maupun keluar. Jadi ini adalah minggu-minggu terakhir sebelum ditutup pendidikannya, yang rencananya akhir bulan ini," ucapnya.

Pengawasan dan pembatasan kegiatan di dalam pendidikan tersebut, di antaranya meliputi pemberian obat dan diistirahatkan dengan waktu lebih lama.

BACA JUGA: KSAD Blak-Blakan Soal Upaya Sembuhkan Siswa Secapa AD Bandung dari Covid-19

"Jadi di dalam kegiatan sehari-hari sesuai jadwal mereka pun, kita isolasi mereka, tapi bukan di dalam barak saja, tetap keluar, kepada setiap mereka kita belikan obat, misalnya kita awasi dalam hal istirahat. Jam 9 istirahat malam, HP mati, dengan harapan mereka punya jam istirahat yang cukup," katanya.

"Kemudian setiap jam makan pun, kita awasi karena kami ingin mereka habis (menghabiskan makan). Tapi tetap mereka batasi, supaya tidak berhubungan langsung dengan yang negatif," sambungnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini