Mendagri Ingatkan Kampanye Pilkada 2020 Tak Boleh Ada Kerumunan

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 337 2244329 mendagri-ingatkan-kampanye-pilkada-2020-tak-boleh-ada-kerumunan-5AaESfskBq.jpg Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Ist)

JAYAPURA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pelaksanaan kampanye pada Pilkada Serentak pada Desember 2020 menaati protokol kesehatan, termasuk menaati pembatasan jumlah simpatisan saat kampanye.

“Kerumunan sosial tidak boleh terjadi, kerumunan massa. Maka pada tahap-tahap seperti pendaftaran yang biasanya membawa ramai-ramai, rombongan konvoi, no. Tidak boleh ada konvoi saat pendaftaran. Dibatasi hanya pendaftar saja dan beberapa orang timnya terbatas, sementara yang lain virtual. Kampanye juga hanya dimaksimalkan sebanyak 50 orang dalam jaga jarak,” kata Mendagri pada Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Swissbell Hotel Jayapura, Jumat (10/07/2020).

Dengan aturan ini, ia melanjutkan, diharapkan muncul ide atau gagasan baru para calon peserta Pilkada dan pendukungnya untuk menggelar kampanye saat pandemi Covid-19.

"Ini harus ditaati. Jadi silakan menggunakan gagasan-gagasan yang baik. Penting taati protokol kesehatan," ucapnya.

Tito mengungkapkan, masyarakat harus menyadari kondisi di masa pandemi. Selain kehidupan sosial, pandemi Covid-19 ini juga menyerang keberlangsungan ekonomi dan sirkulasi dunia politik dunia khususnya Indonesia terutama menjelang Pilkada serentak tahun ini.


Baca Juga : Pencairan Anggaran Pilkada Rendah, Mendagri "Sentil" Kepala Daerah

Karena itu, hal-hal yang perlu diutamakan ialah mengikuti protokol kesehatan mulai dari pihak penyelenggara, pengawas, bahkan pemilih saat pemungutan suara nantinya.

“Wajib menyiapkan untuk mencuci tangan pada saat pemilihan nanti dengan menggunakan sabun. Ada tempat cuci tangan dengan sabun, yang lain menggunakan hand sanitizer. Wajib mengantongi hand sanitizer, pakai masker, penggunaan cuci tangan dengan sabun, alkohol, klorin,” ujarnya.

Baca Juga : Pilkada di Tengah Pandemi, Usia Petugas Pemungutan Suara Dibatasi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini